KKB Papua
Posisi Pilot Susi Air Ditemukan, Kapuspen TNI: Pembebasan dari Tangan KKB Papua Makin Mengerucut
Upaya pembebasan pilot Susi Air dari tangan KKB Papua kini semakin mengerucut. Saat ini sedang diupayakan agar pembebasannya segera terwujud.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Permintaan ini tak ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Indonesia. Sebab Papua sebagai bagian dari wilayah NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia) telah merdeka sejak 17 Agustus 1945.
Sementara dalam semua lembaran sejarah perjalanan bangsa ini dan diakui dunia internasional, Papua merupakan bagian dari NKRI.
Dengan demikian, tuntutan Papua merdeka adalah hal yang mustahil. Karena dunia internasional pun telah mengakui bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.
Bahwa sampai saat ini Vanuatu terus berjuang agar Papua lepas dari Indonesia dan berdiri menjadi negara merdeka. Namun perjuangan sepihak itu memperlihatkan Vanuatu sama sekali tak mengerti tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Apalagi dalam banyak hal, Vanuatu saat ini, jauh lebih tertinggal dibandingkan dengan kemajuan yang menyata di Tanah Papua saat ini.
Julius Widjojono menyebutkan bahwa saat ini upaya TNI untuk membebaskan pilot Philips Mark Merthens dari tangan KKB Papua, semakin menuju ke titip puncak.
Pergerakan TNI dari waktu ke waktu, katanya, juga menjadi sinyal kalau upaya mengekang KKB Papua semakin membawa dampak positip. Apalagi kekuatan kelompok separatis itu pun semakin dibatasi.
Dengan berbagai langkah penyergapan, menjadi contoh bahwa kekuatan KKB Papua semakin melemah walaupun di sisi lain mereka terus melancarkan aksi brutalnya.
“Saya mau menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari operasi penyelamatan pilot Susi Air. Dan, operasi selanjutnya akan terus ditingkatkan,” tandas Julius Widjojono.
Hal yang paling menyulitkan TNI di Papua, lanjut dia, adalah cuaca dan medan yang berat menuju daerah-daerah rawan gangguan keamanan.
“Saat ini posisi pilot sudah diketahui. Areanya sudah teridentifikasi. Operasinya juga semakin mengerucut. Dalam waktu dekat akan ada kabar gembira untuk kita semua,” ujarnya.
Baca juga: Pergoki Bakar Rumah Tenaga Kesehatan di Ilaga, TNI Hajar KKB Papua: Tembak, Tembak, Ada Banyak
Hingga saat ini memang belum dipastikan, kapan kabar gembira itu akan segera terwujud. Namun melihat progress operasi pengamanan yang dilakukan selama ini, tanda-tanda itu kini terpampang di depan mata.
Kita berharap pilot yang disandera hampir delapan bulan terakhir oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya, bisa segera berakhir. Dengan begitu bisa dibuka lembaran baru untuk memajukan Tanah Papua. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.