KKB Papua
Persempit Ruang Gerak KKB Papua Polri Terjunkan Ratusan Personel ke Tanah Papua, Begini Kata Kapolda
Mabes Polri akan segera menerjunkan ratusan personelnya ke Tanah Papua. Langkah itu dilakukan, untuk mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Mabes Polri akan segera menerjunkan ratusan personelnya ke Tanah Papua. Langkah itu dilakukan, untuk mendukung pelaksanaan pemilihan umum dan Pilpres 2024 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Hingga kini belum diketahui berapa banyak personel yang akan segera ditugaskan ke Bumi Cenderawasih tersebut. Namun diperkirakan jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Karena kondisi keamanan di Papua tidaklah stabil sebagaimana di daerah lainnya di Indonesia.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri membenarkan adanya keputusan Mabes Polri terkait pengiriman personel polri ke daerah bergolak tersebut. “Jumlah personel yang akan diterjunkan ke Papua ini, untuk sementara masih belum bisa diketahui. Karena hal itu sesuai dengan permohonan yang kami ajukan,” ujarnya.
Dari video yang kini viral di media sosial itu, Kapolda Papua menyebutkan bahwa pada hakikatnya Papua butuh tambahan aparat keamanan. Tambahan aparat keamanan itu dalam rangka mengamankan situasi yang terjadi di daerah tersebut.
Penambahan jumlah aparatur tersebut, katanya, untuk mengantisipasi pelbagai kemungkinan yang bisa terjadi, dalam menyambut pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilpres 2024 yang kini sudah di depan mata.
Mathius D Fakhiri tidak menyebutkan kapan bantuan personel kepolisian itu tiba di Tanah Papua. Tidak juga diungkapkan kapan jadwal aparat keamanan itu tiba di daerah bergolak tersebut. Ia hanya memperkirakan bantuan tenaga keamanan itu akan tiba di Papua dalam waktu dekat ini.
“Sekarang ini kami sedang mengalkukasikan jumlah bantuan tenaga yang kami butuhkan. Kalau semuanya sudah selesai, maka kami akan segera mengajukan permohonan ke Mabes Polri. Tentu saja kami akan usahakan secepatnya,” ujar Mathius D Fakhiri.
Jika bantuan tenaga itu sudah tiba di Papua, katanya, maka aparat keamanan tersebut akan langsung disebarkan di 12 kabupaten yang tersebar di dua provinsi, yakni Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.
12 Kabupaten tersebut, katanya, antara lain Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiayi, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Lani Jaya.
Sedangkan enam kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Tolikara dan terakhir, Kabupaten Yalimo.
Di 12 kabupaten ini, ungkap Kapolda Mathius D Fakhiri, situasi keamanannya tidak stabil. Daerah-daerah tersebut sangat rawan akan gangguan keamanan. Di 12 kabupaten ini sering terjadi peristiwa anarkis, yang semuanya dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa dikenal dengan sebutan KKB Papua.
“Jadi 12 kabupaten itu merupakan daerah yang paling rawan gangguan keamanan di Papua. Para pelakunya adalah anggota KKB Papua dan umumnya anggota KKB yang berusia muda,” ujarnya.
Untuk diketahui, sampai saat ini Papua masih rawan gangguan keamanan. Gangguan keamanan tersebut dilakukan oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata yang tersebar di daerah itu. Kelompok ini saban hari berkeliaran, menebar ancaman dan terror kepada masyarakat sipil di daerah itu.
Kelompok ini juga sering melakukan penyerangan kepada aparat bersenjata, dalam hal ini polisi dan TNI. Bahkan serangan itu kerap kali menimbulkan korban jiwa, di kalangan prajurit TNI Polri.
Korban jiwa itu menimpa juga warga sipil. Dan, pelakunya adalah anggota KKB Papua. Kelompok itu melakukan penyerangan kepada siapa pun yang dianggap berseberangan dengan arah perjuangannya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.