KKB Papua

Anggota DPR RI Kesal KKB Papua Habisi Aktivis Perempuan: Negara Tak Boleh Kalah dari Pemberontak

Kematian Michelle Kurisi Doga, aktivis perempuan di Papua hingga kini masih menimbulkan luka di kalangan warga. Anggota DPR RI ini minta ini ke Jokowi

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
TAK BOLEH KALAH – Negara tak boleh kalah menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua. Pemerintah harus terus membatasi ruang gerak kelompok itu dan membasmi KKB dari tanah Indonesia. 

POS-KUPANG.COM – Kematian Michelle Kurisi Doga, aktivis perempuan di Papua hingga kini masih menimbulkan luka di kalangan warga. Bahkan pejabat negara pun merasa kesal atas sadis yang dialami Michelle yang adalah orang asli Papua tersebut.

Kekesalan pejabat negara itu, di antaranya diungkapkan oleh Christina Aryani, salah satu anggota DPR RI. Ia bahkan mengutuk keras tindakan biadab yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut.

Ia mengatakan bahwa belakangan ini, kekerasan di Papua semakin mengerikan. Tindakan yang dilakukan kelompok pemberontak itu sepertinya tak bisa dikendalikan sama sekali.

Bahkan intelijen negara pun sepertinya tak berdaya menghadapi kelompok, yang saban hari berkeliaran sambil menyasar prajurit TNI Polri dan warga sipil yang dinilai tak sejalan dengan perjuangannya.

Jika ada warga sipil yang dicurigai sebagai kaki tangan TNI Polri, misalnya, maka kelompok itu tak segan-segan melakukan penghakiman sendiri. Bahkan tak sungkan-sungkan menganiaya hingga akhirnya ditembak.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, saat ini KKB Papua didominasi oleh kelompok-kelompok baru yang beranggotakan anak muda dan remaja. Kelompok usia inilah yang selalu melancarkan aksinya hingga menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

Kapolda Papua mengatakan itu, merespon aksi KKB Papua yang belakangan ini menyerang prajurit TNI Polri, membunuh warga sipil hingga membakar bangunan milik pemerintah.

Terhadap fakta tersebut, Christina Aryani mengatakan tindakan kejam KKB Papua itu tak bisa lagi diberi ampun. Pemerintah harus ambil tindakan tegas, karena negara tak boleh kalah oleh para pemberontak.

"Kekerasan di Papua ini sudah sangat mengerikan. Korbannya masyarakat sipil, aktivis perempuan dan anak Papua. Kami sangat sesalkan hal ini. Kami juga mengutuk keras tindakan KKB Papua itu," ungkap Christina kepada wartawan di Jakarta, Minggu 3 September 2023.

Baca juga: Perempuan Aktivis Kemanusiaan Dihabisi KKB Papua, Michelle Jadi Target Penembakan Sejak Lama

Untuk diketahui jenazah Michelle Kurisi Doga aktivis perempuan, ditemukan telah tewas di Distrik Kolawa, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Saat ditemukan korban telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Menurut Christina, sasaran kekerasan terhadap warga sipil itu, tak bisa ditolerir lagi. Makanya ia meminta pemerintah untuk menangani serius masalah tersebut.

Dikatakannya, tidak boleh lagi ada toleransi terhadap para pelaku. Para penjahat itu harus segera ditangkap dan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Jika tindakannya terus dibiarkan, lanjut dia, maka hal tersebut bakal membawa efek buruk bagi masyarakat. Para pelaku juga akan terus menebar ancaman dan terror hal mana membuat warga menjadi takut dan tak bisa beraktivitas seperti biasa.

"Jadi, kami minta aparat untuk bertindak tegas. Negara tidak boleh lemah menghadapi kelompok kriminal yang secara brutal melakukan tindakan kejamnya. Apalagi hanya ingin menunjukkan eksistensi mereka," tandasnya.

Menurut dia, konflik di Papua dengan eskalasi yang terus meningkat, sesungguhnya sudah di luar batas nalar kemanusiaan. Oleh karena itu, aparat hukum harus bertindak untuk menyelamatkan keadaan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved