Berita NTT
Ketua AIPKIND NTT: S1 Kebidanan Undarma Bisa Jadi Rujukan Belajar Institusi Lain
pemahaman yang baik terkait stunting sehingga mereka bisa memberi edukasi terhadap masyarakat dalam hal pencegahan stunting
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia atau yang disebut AIPKIND NTT, Dr. Bringiwatty Batbual, M.Sc mengatakan, Undarma bisa menjadi rujukan belajar bagi institusi lain yang ada di NTT.
Penegasan Bringiwatty Batbual diungkapkan saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB di Universitas Karyadharma atau Undarma Kupang Tahun Akademik 2023/2024,
Ketua Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia atau yang disebut AIPKIND NTT, Dr. Bringiwatty Batbual, M.Sc mengatakan, Undarma bisa menjadi rujukan belajar bagi institusi lain yang ada di NTT.
Hal ini disampaikan Ketua AIPKIND NTT, Dr. Bringiwatty Batbual, M.Sc usai membawakan materi dalam kegiatan PKKMB di Undarma Kupang, Kamis 31 Agustus 2023.
Baca juga: Program Studi Kebidanan S1 Undarma Kupang Gelombang l mencapai 98 Pendaftar
Bringiwatty mengatakan, proses pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, sarana-sarana dan pembiayaan pembelajaran bagi pengelola di bagian akademik perlu memerhatikan kurikulum yang digunakan, kesiapan sumber-sumber belajar yang digunakan mahasiswa, perpustakaan baik digital maupun perpustakaan yang ada di Kampus dan laboratorium .
"Kita berharap, bagi para dosen dan mahasiswa agar tidak hanya teori saja yang dipelajari tetapi praktek juga harus dilakukan supaya ada hal yang bermanfaat," katanya.
Menurut Bringiwatty, karena visi keilmuan Undarma mengarah pada stunting, maka dalam proses tridharma perguruan tinggi di prodi S1 Kebidanan Profesi Bidan, mulai dari pembelajaran, modul-modul tidak hanya berdasarkan kurikulum inti, tetapi juga ada kurikulum konstitusional.
"Itu memang memuat tentang jumlah mahasiswa yang memiliki keterampilan dan pemahaman yang baik terkait stunting sehingga mereka bisa memberi edukasi terhadap masyarakat dalam hal pencegahan stunting," ujarnya.
Dia menyampaikan, alasan mengapa prodi Strata satu Kebidanan Profesi Bidan Undarma Kupang bisa menjadi rujukan belajar bagi Institusi lain, yaitu karena Undarma memberikan porsi yang lebih besar kepada
Penciri Prodi yang membahas tentang stunting. Sehingga dengan demikian, Undarma bisa menjadi rujukan belajar untuk Institusi lain.
"Jika memang Kampus Undarma terapkan dengan baik, maka lulusan mereka akan berdampak positif dalam penurunan angka stunting di NTT dan bisa direkomendasikan untuk orang lain bisa belajar," tuturnya.
Dia menyampaikan, di Indonesia memang ada juga yang mengambil tentang stunting di instituai kebidanan lainnya. Tetapi di NTT, yang benar-benar spesifik mengambil tentang stunting baru di Undarma.
Baca juga: Pemilihan Rektor Undarma Kupang, Magda Silfi Yeni Laka Raih Suara Terbanyak
"Mungkin itu karena persiapan dari pengelolanya, baik yayasan maupun rektorat sudah mempersiapkan lebih lama jauh-jauh hari sehingga memang usulannya sudah lebih dahulu," katanya
"Karena penciri prodi yang diambil itu adalah stunting, sehingga dari pihak Kemendikbudristek Dikti, Asosiasi Ikatan Bidan, dan lainnya, melihat penciri ini berbeda dan belum ada di NTT. Sehingga, ini menjadi diprioritaskan," tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga memberikan berbagai nasehat kepada mahasiswa baru Undarma Kupang terkait beberapa hal yang harus dilakukan ketika menjadi mahasiswa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.