Berita Malaka

Dinkes NTT Sosialisasi Bahaya Malaria di Wilayah Perbatasan RI - Timor Leste

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan masyarakat dan lintas sektor di Puskesmas Alas dan Puskemas Namfalus yang berlangsung Senin 28-29 Agustus 2023.

Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat foto Dinkes NTT Sosialisasi Bahaya Malaria di Wilayah Perbatasan RI - Timor Leste
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
SOSIALISASI - Isak Radja selaku Pokja Eliminasi Malaria Provinsi NTT sedang melakukan sosialisasi bahaya malaria di Puskesmas Namfalus, Selasa 29 Agustus 2023.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN- Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT melakukan sosialisasi bahaya malaria di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL)

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan masyarakat dan lintas sektor di Puskesmas Alas dan Puskemas Namfalus yang berlangsung  Senin 28-29 Agustus 2023. 

Sosialisasi ini menindaklanjuti pertemuan antar negara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) untuk pengendalian penyakit menular malaria di wilayah perbatasan. 

Hal ini disampaikan oleh Isak Radja selaku Pokja Eliminasi Malaria Provinsi NTT kepada POS-KUPANG.COM di Betun, Selasa siang 29 Agustus 2023. 

Baca juga: TAPD Setujui Dana Hibah untuk KPU Kabupaten Malaka Sebesar Rp 25 Miliar

"Kita melaksanakan sosialisasi bahaya malaria kepada masyarakat dan lintas sektor di dua puskesmas ini karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kita ingin supaya masyarakat hidup bebas dari kasus malaria," ucapnya. 

Menurut dia, penyakit malaria merupakan penyakit menular sehingga perlu dikendalikan apalagi wilayah Kobalima dan Kobalima Timur ini selain berbatasan langsung dengan negara Timor Leste juga berbatasan dengan Kabupaten Belu. Dan kedua wilayah ini sudah tidak ada malaria lokal lebih dari tiga tahun terakhir sedangkan kasus malaria di Kabupaten Malaka tertinggi kedua di wilayah Timor Barat. 

"Sehingga masyarakat perlu memberantas penyakit malaria ini dengan cara membersihkan lingkungan rumah dari sarang nyamuk, dan kita  juga meminta kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan malaria apakah masih ada malaria di antara para penduduk atau tidak,"katanya. 

Sementara Kepala Puskesmas Alas, Natalia P. M. Riwu kepada Pos Kupang menyampaikan, di wilayah kita bebas kasus malaria akan tetapi kita tetap berkomitmen untuk mencegahnya. 

Baca juga: Dinkes Malaka Gandeng Rotary Untuk Cegah Penyakit Malaria 

"Kita akan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungan rumah dari sarang nyamuk. Kita juga akan bekerja kolaborasi dengan lintas sektor yaitu dari pemerintah desa, kecamatan, TNI -Polri," sebutnya. 

Camat Kobalima Timur, Gaudensiana Nahak menyampaikan bahwa, kami sekarang tidak ada kasus malaria kecuali dulu ada. Anggaran dari dana desa 30 persen lebih fokus kepada stunting bukan pada kasus malaria. 

"Tapi kalau kita ingin mencegah malaria maka kita anggarkan tahun depan,"tegasnya singkat. 

Kata dia, setiap warga yang melakukan perpindahan penduduk diupayakan untuk screening kesehatan di puskesmas supaya kita ketahui dengan pasti orang tersebut kena malaria atau tidak. 

"Kita ingin supaya daerah Kobalima Timur bebas dari kasus malaria," demikian. 

Danramil 1605-05/Kobalima, Kapten Inf. Sri Widayat menyampaikan, masalah malaria adalah masalah kita bersama baginya kesehatan utama karena kesehatan itu mahal.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved