Kamis, 9 April 2026

Berita Malaka

Dinkes Malaka Gandeng Rotary Untuk Cegah Penyakit Malaria 

Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Malaka gandeng Rotary Club dan RAM Rotary untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Malaria. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
DINAS KESEHATAN - Tim dari Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Malaka sedang melakukan kegiatan MBS di Desa Meotroy, Kecamatan Laenmanen. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Malaka gandeng Rotary Club dan RAM Rotary untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Malaria. 

Hal ini sebagai kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit malaria dalam rangka menuju status eliminasi malaria tahun 2025 di Kabupaten Malaka. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Charo Ulina melalui Kepala Bidang atau Kabid P2P Malaka Wilfrida Ukat menyampaikan kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa 11 April 2023. 

"Pihaknya sudah melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian Malaria di wilayah perbatasan yakni Desa Meotroy dan Desa Tesa yang berbatasan dengan Kabupaten TTU-Belu, dan Desa Alas Utara berbatasan dengan Kabupaten Belu dan Negara Republik Demokratik Timor Leste," katanya. 

Baca juga: BPBD Malaka Imbau Warga untuk Waspadai Cuaca Buruk

Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan di tiga lokasi tersebut adalah Mass Blood Survey (MBS) atau upaya deteksi dini kasus malaria/ penemuan penderita. Dan kegiatan survey reseptifitas atau survey jentik nyamuk malaria (jentik anopheles).

"Dua kegiatan tersebut sudah berlangsung dari tanggal 1- 25 Maret 2023," jawabnya singkat. 

"Tiga lokasi yang ditentukan tersebut alasannya yang pertama merupakan wilayah perbatasan yang mana Desa Meotroy dan Desa Tesa itu berbatasan dengan Kabupaten TTU- Belu dan Desa Alas Utara berbatasan dengan Belu dan Negara Republik Demokratik Timor Leste," tambahnya.

Baca juga: Benahi Sistem Rujukan KIA, Dinkes Malaka Gandeng USAID Momentum Country and Global Leadership

Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya bahwa di Kabupaten Belu tahun 2023 ini mau eleminasi malaria sehingga kita melakukan upaya pencegahan di wilayah perbatasan tersebut.

"Sehingga wilayah Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Kabupaten Belu atau TTU tidak tertular penyakit malaria ini," terangnya. 

Sementara kegiatan MBS untuk tiga desa ini ditemukan sebanyak 3.239 jiwa atau 80,25 persen. Dari hasil pemeriksaan darah semuanya dinyatakan negatif. Sedangkan untuk survey reseptifitas ditemukan ada sebanyak 256 titik yang diperiksa terdapat 94 titik positif jentik anopheles. 

Baca juga: Bupati Malaka: Melayani dengan Hati dan Merangkul dengan Kasih 

"Setelah ditemukan 94 titik positif jentik anopheles pihaknya langsung melakukan upaya pengendalian dengan cara menabur bubuk larvasida," jelasnya.

Dijelaskannya, ada berbagai factor yang membelenggu masyarakat wilayah terpencil ini sehingga masih belum terbebas dari penyakit malaria yang sudah turun temurun tersebut. Oleh  karena itu, wilayah endemis yang terpencil dan sulit terjangkau pelayanan inilah yang kita perlu layani dan jangkau dengan kegiatan Mass Blood survey (MBS).

Kita dari pihak Dinkes tentunya menyampaikan terima kasih untuk Rotary Club dan RAM Rotary yang peduli dengan masyarakat. 

"Karena pihaknya sudah mendanai kegiatan MBS dan survey Reseptifitas ini," tandasnya. (nbs)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved