Berita Alor
Komunitas Pecinta Alam Jejak Pribumi Ajak Masyarakat Alor Lestarikan Alam
kampus-kampus yang ada di Alor memiliki UKM Pecinta Alam dengan tujuan untuk menjaga alam.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Komunitas Pecinta Alam Jejak Pribumi (KPAJP), mengajak masyarakat Alor melestarikan alam. Hal ini dilatarbelakangi dengan kekhawatiran komunitas, terhadap potensi wisata yang tidak dijaga dengan baik.
Kepada Pos-Kupang, Abdulhadi Tahir selaku Ketua Komunitas mengatakan bahwa KPAJP lahir sebagai bentuk kesadaran untuk melestarikan alam.
"Komunitas kami terbentuk pada tanggal 9 Juli 2013, diprakarsai oleh alumni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang saat ini berada di Alor. Kami merupakan komunitas pecinta alam pertama di Alor. Kami ingin membuka wawasan masyarakat tentang pecinta alam," ujarnya, Senin 21 Agustus 2023.
Lebih lanjut Abdulhadi menyampaikan bahwa kendala terbesar yang dihadapi oleh komunitasnya adalah mengubah paradigma, dan membangun kesadaran masyarakat.
Baca juga: Persap Alor Sandarkan Nasibnya pada Grup Lain di El Tari Memorial Cup 2023 di Rote Ndao
"Masyarakat Alor masih awam terhadap kehadiran Komunitas Pecinta Alam. Banyak yang masih berpikir bahwa komunitas ini hanya melakukan kegiatan-kegiatan pendakian gunung. Tetapi bukan hanya itu saja, kami juga melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan bakti sosial," jelasnya.
Ia menuturkan bahwa komunitasnya telah melakukan bakti sosial penanaman 1000 kenari, 1000 mangrove, membersihkan pantai, menyumbangkan buku-buku kepada sekolah terpencil, mengadakan baksos 10001 sikat gigi bekerjasama dengan Nusantara Sehat dan Kementerian ESDM, serta membantu pembangunan rumah ibadah yang rusak karena bencana alam. Pada setiap hari besar nasional KPAJP juga melakukan gerakan-gerakan sosial.
"Kami bekerja sama dengan UGM menyumbangkan buku ke sekolah-sekolah terpencil, yang lokasinya kami temui saat mendaki. Alor memiliki potensi wisata yang begitu begitu besar bukan hanya di lautan tetapi juga di gunung. Kalau potensi wisata ini hanya dijadikan nilai jual, tetapi tidak ada yang berpikir untuk merawatnya tentu suatu saat akan habis. Contoh saja gunung kalau gundul, otomatis laut akan kotor," tuturnya.
Selain itu, melihat potensi KPAJP, Basarnas Maumere mendaftarkan komunitas ini sebagai salah satu potensi SAR dalam Tim SAR Gabungan Alor untuk melakukan misi penyelamatan di Gunung dan Laut.
Abdulhadi berharap agar kampus-kampus yang ada di Alor memiliki UKM Pecinta Alam dengan tujuan untuk menjaga alam.
"Kami berharap agar lebih banyak organisasi pecinta alam di Alor agar membantu melestarikan alam. Alor memang memiliki potensi alam, tetapi kita juga harus sadar kalau potensi tersebut tidak dijaga maka akan hilang," harapan.
Ia juga mengajak masyarakat agar turut serta melestarikan alam dan mendukung komunitas pecinta alam.
"Kami bukan hanya sekedar pecinta alam, tetapi ada hal-hal.positif yang kami lakukan untuk melestarikan alam dan juga membantu masyarakat Alor," imbuhnya. (cr19).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.