Berita Alor
Bantu Warga Welai Selatan Bangun Jamban Sehat, CD Bethesda Wilayah Alor Harap Perhatian Pemerintah
Pembangunan jamban sehat ini didasari dengan hasil survei dan juga data yang diperoleh dari kepala dusun dan ketua RT ada 95 kepala keluarga (KK)
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Community Development / CD Bethesda Wilayah Alor membantu masyarakat Dusun II dan RT 05 Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor untuk membangun jamban sehat.
Pembangunan jamban sehat ini didasari dengan hasil survei dan juga data yang diperoleh dari kepala dusun dan ketua RT ada 95 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki jamban sehat di wilayah tersebut.
Mexsi Lilong selaku Pendamping dari CD Bethesda Wilayah Alor mengatakan setelah survei dilakukan, pihaknya mengadakan pelatihan pembuatan jamban sehat bagi warga.
Baca juga: Pengumuman DCS Bacaleg DPRD Kabupaten Alor Pemilu 2024
"Kegiatan ini merupakan salah satu program dari CD Bethesda Alor, yakni pembuatan sanitasi dalam hal ini jamban sehat. Mulanya kita melakukan kunjungan dan kita dapati bahwa ada masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Berkat bantuan Kepala Dusun II dan Ketua RT 05 Desa Welai Selatan kita menggerakkan warga untuk membangu jamban sehat," ujarnya, Sabtu 19 Agustus 2023.
Menurut Mexsi awalnya partisipasi masyarakat rendah, namun kehadiran Kepala Dusun II dan RT 05 menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk termotivasi membangun jamban sehat.
"Awalnya partisipasi masyarakat sangat rendah, tetapi kami dibantu oleh Kepala Dusun II dan Ketua RT 05 Welai Selatan menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk membangun jamban sehat," katanya.
Baca juga: Bapelitbang Alor Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Dana Bantuan Keuangan Khusus
Jamban sehat ini dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat, dan difasilitasi oleh CD Bethesda Alor. Sebanyak 10 KK bersedia bahu membahu membangun jamban secara swadaya, mulai dari mengumpulkan material dan menggali lubang pembuangan hingga sepakat untuk beriuran membeli semen.
"Ada 10 KK yang mulai beriuran untuk membangun jamban sehat, masing-masing KK mengumpulkan iuran sebesar Rp. 60.000 untuk membeli semen. Sementara material lainnya seperti batu, pasir semuanya diambil dari kali dan diangkut oleh kendaraan CD Bethesda. Saat ini kita sudah menggali 4 lubang pembuangan untuk 4 KK dan kita akan gotong royong menyelesaikan jamban sehat untuk 10 KK," ujarnya.
Selama menjalankan program ini, Mexsi bersama rekan kerjanya Samuel Banabera menemui beberapa kendala.
"Selain partisipasi yang minim, juga perhatian dari pemerintah desa yang kurang. Seperti pada saat pelatihan kami mengundang beliau untuk hadir dan menyaksikan pembuatan jamban sehat tetapi beliau tidak dapat hadir. Selain itu faktor ekonomi masyarakat, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan ada bahan lokal yang bisa dikelola," jelasnya.
Baca juga: Semarak Perayaan HUT RI ke-78, Ribuan Masyarakat Alor Padati Jalur Karnaval
Ia berharap pemerintah memberi perhatian pada faktor kesehatan lingkungan, karena hal tersebut juga berperan dalam penanganan stunting.
"Dari sisi kesehatan, faktor kesehatan lingkungan masih sangat kurang. Masih banyak masyarakat yang BAB di sembarang tempat dan tentu akan menimbulkan penyakit, terutama di musim hujan. Kita sangat berharap adanya program ini bisa mencegah munculnya penyakit menular. Kita juga berharap ada perhatian dari pemerintah desa dan pemerintah kabupaten. Ketika kita berbicara tentang stunting dari kabupaten cenderung bicara tentang PMT, tetapi kalau ditelaah lebih dalam, aspek yang paling tinggi itu kesehatan lingkungan. Ini menjadi PR besar untuk pemerintah daerah bagaimana memperhatikan masyarakat yang belum memiliki jamban sehat," pungkasnya.
Adapun kegiatan jamban sehat ini telah dilakukan di 2 desa yang ada di Kecamatan Alor Tengah Utara yakni Desa Tomi Nuku dan Desa Welai Selatan. (cr19)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.