Berita NTT

Masa Jabatan Hampir Berakhir, Gubernur dan Wagub NTT Beberkan Pencapaian Selama Lima Tahun Menjabat

Pada tahun 2018, prevalensi stunting 35,4 persen atau sebanyak 81.434 balita dan menurun tajam pada pengukuran Februari 2023

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PIDATO - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membacakan Pidato Pembangunan Gubernur NTT dalam rangka HUT Ke-78 Kemerdekaan RI  di Aula El Tari Kupang, Rabu, 16 Agustus 2023.  

Dalam bidang pertanian, Viktor menyoroti program TJPS yang dikatakan telah berhasil. Dimana, sejak program itu dilaksanakan, terjadi peningkatan luas lahan penanaman jagung dan pendistribusian  jagung ke Kota lain.

"Pada tahun 2022 untuk pertama kalinya dalam sejarah, Provinsi NTT melakukan ekspor jagung curah ke Surabaya sebanyak 1.000 ton dari Kabupaten Sumba Barat Daya.  Program TJPS ini juga meningkatkan jumlah ternak ikutan dari tahun 2019 sampai dengan 2022 sebanyak 24.089 ekor ayam, 4.435 ekor kambing, 5.831 ekor babi dan 1.218 ekor sapi," bebernya.

Dia juga mengatakan, Untuk bidang peternakan, terjadi peningkatan produktivitas ternak juga dilakukan melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB), dimana dari tahun 2018-2023 dihasilkan 23.203 ekor bibit sapi.

Baca juga: Penggunaan Internet Banking di NTT Masih Rendah, DJPb NTT Sebut Butuh Perhatian

Bidang Kelautan dan perikanan, lanjut dia, menunjukkan hasil produksi perikanan tangkap pada periode 2019 sampai 2023 sedikit fluktuatif karena adanya pandemi covid-19 tahun 2020 dan badai siklon tropis seroja pada tahun 2021.

Bidang infrastruktur, Viktor sampaikan bahwa pada tahun 2019, dari total panjang jalan Provinsi 2.650 kilometer, kondisi jalan yang belum mantap (rusak berat dan rusak ringan) sepanjang 906 kilometer.

"Total pembangunan jalan provinsi yang dilakukan Pemerintah NTT dari tahun 2019 sampai 2022 adalah sepanjang 947,16 km atau melebihi target awal yang ditetapkan yakni 906,5 km. Pada tahun 2023, kita akan fokus untuk menuntaskan jalan sepanjang 247,45 km," tambahnya.

Bidang investasi perdagangan, industri dan energi, ungkap Viktor, selama kurun waktu 2019 sampai dengan 2023, trend investasi di Provinsi NTT mengalami pertumbuhan yang fluktuatif.

"Pada tahun 2019, realisasi nilai investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM) mencapai Rp. 7,23 triliun atau 103 persen melampaui target nasional sebesar Rp. 7 triliun, namun tahun 2023 ini, sampai dengan akhir Semester I dari target investasi nasional sebesar Rp. 5,31 triliun, telah direalisasi 62 persen," sebutnya.

Sementara dalam pembangunan bidang tenaga kerja, sejak tahun 2019-2023, kata Viktor, Pemerintah telah melakukan pelatihan keterampilan berbagai bidang kompetensi kepada 3.382 orang dan sebagian besar telah bekerja, baik di dunia industri maupun secara
mandiri.

"Pada tahun 2019, kita telah mengirimkan 25 peserta pelatihan di bidang pariwisata ke Australia. Sementara pada tahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi bekerja sama dengan Global Katalist EV (organisasi sosial diaspora Indonesia di Jerman) melakukan kursus dan pelatihan dalam rangka pembentukan disiplin, karakter dan bahasa Jerman bagi calon tenaga kerja muda dari NTT untuk belajar vokasi dan bekerja di Jerman," tuturnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Nagekeo NTT

Viktor menambahkan, Pada tahun tahun 2023 sampai dengan 11 Agustus 2023 sudah ada 182 orang yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut di mana yang sudah terverifikasi sebanyak 141 orang terdiri dari 58 perempuan dan 83 orang laki-laki. Sementara 41 orang lainnya belum terverifikasi. (cr20).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved