Berita Alor
Pentahbisan GMIT Ebenhaezer Menbuil, Bupati Alor Apresiasi Umat Muslim dan Katolik
Pada peresmian tersebut, Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.A.P., memberikan apresiasi kepada umat Muslim dan umat Katolik di Kabupaten Alor
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Jemaat GMIT Ebenhaezer Menbuil, Kabupaten Alor merayakan peresmian dan pentahbisan Gereja pada Selasa, 15 Agustus 2023.
Pada peresmian tersebut, Bupati Alor Drs. Amon Djobo, M.A.P., memberikan apresiasi kepada umat Muslim dan umat Katolik di Kabupaten Alor khususnya di Desa Dumloli yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Hanya di Kabupaten Alor bersaudara Muslim dan Kristen tumbuh dalam kasih sejahtera. Kita tidak membedakan agama, ras, suku dan asal itu sebabnya saya katakan Alor ini rumah persaudaraan yang dijanjikan oleh para leluhur. Saya sampaikan terima kasih banyak kepada basudara Muslim dan Katolik yang telah membatu membangun gereja ini," ucapnya.
Baca juga: BREKING NEWS: Pemuda Desa Ternate Selatan Alor Ditemukan Tewas Gantung Diri
Bupati Alor dua periode tersebut juga mengungkapkan, 78 kepala keluarga jemaat GMIT Ebenhaezer Menbuil merupakan orang-orang yang luar biasa.
"Jemaat ini kecil, tetapi memiliki pengorbanan yang luar biasa dan mereka tidak pernah menggantungkan diri pada belas kasihan pemerintah daerah. Mereka sehati sesuara, membuat gereja ini jadi baik. Koordinasi sangat baik antara keluarga Muslim dan Kristen di berbagai kalangan. Hal baik ini harus kita pelihara.
Selain itu, Ia juga menyampaikan rasa bangga bahwa di daerah tempat Gereja dibangun tersebut tidak pernah terjadi perselisihan.
"Saya bangga sekali karena jemaat Tuhan di daerah ini, tidak pernah ribut hingga hari ini. Mereka selalu bersama, menjalin cinta kasih persaudaraan yang baik. Roh Tuhan mempersatukan kita," katanya.
Baca juga: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Beri Pendampingan Bagi Korban PPA di Alor
Bupati berharap agar kebersamaan dan rasa toleransi tetap dijunjung tinggi di negeri ini. Pada akhir sambutannya, Ia menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua pihak selama dua periode dirinya menjabat.
Pada kesempatan itu, hadir pula Drs. Aba Maulaka sebagai tokoh masyarakat sekaligus putra daerah Lawahing.
"Jemaat 78 Kepala Keluarga dan 300-an anggota GMIT Ebenhaezer Mebuil senantiasa merajut kasih dan kebersamaan dengan keluarga besar Lawahin, dan beberapa keluarga besar lainnya yang telah disebutkan sebutkan telah membangun Gereja ini. Yang membuat kami terkesima adalah di tengah pembangunan Gereja ini jemaat juga memberikan perhatian kepada perkembangan SDM daerah ini," jelasnya.
Mantan Wakil Bupati Alor tersebut mengungkapkan ada 50 anak jemaat yang telah menjadi Sarjana dan turut menyumbanhkan kontribusi bagi pembangunan Gereja dan daerah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bujuk Nonton Video Porno, Oknum ASN Alor Setubuhi 5 Anak SD
"Ini suatu hal yang menjadi teladan dalam perjalanan jemaat ini. Ada hal yang menarik, karena generasi muda yang telah selesai mengikuti pendidikan tinggi mereka bersatu padu dengan orang yang ada di kampung. Mereka bergandengan tangan termasuk membangun gedung kebaktian ini," ujarnya.
Mantan Kadis Kominfo Provinsi NTT itu juga mengajak masyarakat agar mendoakan para jemaat agar senantiasa mencontoh filosofi bambu agar tetap bersatu dan teguh dalam menghadapi tantangan.
Ketua Panitia Pentahbisan Yakob Laately, S.Pd menyampaikan perjalanan panjang berdirinya GMIT Ebenhaezer Menbuil dari tahun 1939 dan sempat berpindah tempat hingga akhirnya bisa merayakan Peresmian dan Pentahbisan gereja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.