Germasum Demo ke Polres SBD
BREAKING NEWS: Germasum Peduli Sumba Serahkan Tujuh Tuntutan Saat Demo ke Polres Sumba Barat Daya
Demo Ke Polres Sumba Barat Daya, Germasum Peduli Sumba Serahkan Tujuh Tuntutan
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Gerakan Masyarakat Sumba atau Germasum Peduli Sumba Barat Daya menyerahkan tujuh tuntutan saat menggelar aksi demonstrasi ke Polres Sumba Barat Daya, Selasa 15 Agustus 2023.
Germasum ini terdiri beberapa elemen masyarakat, yakni Ketua Klasis Waimangura Yango, Pendeta Andi Nono, Ketua Laskar Sandel Wood Indonesia tingkat Sumba Barat Daya, Dominggus Galu, Ketua PMKRI Cabang Tambolaka, Sumba Barat Daya, Agustinus Sairo Kii dan Ketua GMKI Cabang Tambolaka, Sumba Barat Daya, Yotan Hendra Huan dan sejumlah elemen masyarakat lainya.
Masa aksi sekitar 50 orang dengan menggunakan sebuah dum truk dan sebuah pikap serta beberapa sepeda motor melakukan aksi damai ke Polres Sumba Barat Daya.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Kota Tambolaka Sumba Barat Daya Saksikan Karnaval Semarak HUT Kemerdekaan
Selain ke Polres, massa aksi juga ke Kantor Bupati Sumba Barat Daya dan Kantor DPRD Sumba Barat Daya.
Para demonstran tiba di pintu masuk Polres Sumba Barat Daya sekitar pukul 10.20 wita. Sesaat sebelum demonstran tiba, pintu masuk Polres Sumba Barat Daya ditutup. Dan seluruh anggota Polres Sumba Barat Daya berada dalam kompleks perkantor Polres Sumba Barat Daya. Tidak ada pengawalan pada aksi demonstrasi itu.
Informasi yang diperoleh aksi demonstrasi itu tidak mendapat ijin dari Polres Sumba Barat Daya. Sementara itu para orator pada aksi demonstran itu menyatakan telah menyerahkan surat pemberitahuan gelar aksi damai sejak Jumat 11 Agustus 2023.
Baca juga: Bupati Sumba Barat Daya Minta Bank NTT Terus Support Usaha Kecil Menengah Masyarakat
Para demonstran tidak bisa masuk ke halaman Polres Sumba Barat Daya untuk bertemu Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan karena pintu pagar ditutup dan dijaga ketat anggota Polres Sumba Barat Daya yang bertugas.
Hal itu menyebabkan para demonstran bertahan di pintu masuk Polres Sumba Barat Daya. Masa demonstran hanya membentangkan spanduk dan poster bertuliskan sejumlah tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian di depan pintu masuk Kantor Polres Sumba Barat Daya dan terus mendesak Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan untuk segera menemui para demonstran dan berdialog dengan para demonstrans terkait tujuh tuntutan yang dibawah demonstran.
Akibat desakan para demonstran itu akhirnya Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol I Ketut Mastina didampingi beberapa perwira datang bertemu para demonstran di pintu masuk, tepat diluar pagar Kantor Polres Sumba Barat Daya.
Baca juga: BMKG Ungkap Jenis dan Penyebab Gempa M 5,4 di Sumba Barat Daya, Provinsi NTT Rabu Sore
Kepada demonstran,Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol I Ketut Mastina, menyampaikan bahwa saat ini, Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan tidak berada di tempat karena sedang mengikuti gladi bersih persiapan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya di Kompleks Perkantoran Pemerintahaan Sumba Barat Daya.
Karenanya besar harapan bapa ibu demonstran dapat memahaminya. Dan selaku Wakapolres Sumba Barat Daya siap menerima aspirasi bapa ibu untuk seterusnya disampaikan kepada Bapa Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan.
Walaupun para demonstran sempat keberatan, namun melalui pandangan yang disampaikan salah satu Koordinator aksi damai, Pendeta Andi Nono, yang mengatakan dapat memahami alasan yang disampaikan Bapa Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol I Ketut Mastina sehingga ia meminta Wakapolres Sumba Barat Daya dapat bersabar mendengarkan orasi yang disampaikan beberapa demonstran, seterusnya membacakan tujuh tuntutan demonstran dan terakhir menyerahkan tujuh tuntutan itu kepada Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol I Ketut Mastina untuk disampaikan kepada Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan.
Baca juga: Kader Posyandu, PKK Desa dan KPM di Kabupaten Timor Tengah Utara Ikut Kegiatan Emo Demo
Para orator dalam aksi damai itu seperti Ketua Laskar Sandel Wood Indonesia tingkat Sumba Barat Daya, Dominggus Galu, Ketua PMKRI Cabang Tambolaka, Sumba Barat Daya, Agustinus Sairo Kii dan Ketua GMKI Cabang Tambolaka, Sumba Barat Daya, Yotan Hendra Huan dan lainya mengecam tindakan atau kebijakan Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan yang dinilai sangat meresahkan masyarakat Sumba Barat Daya. Dan bukan menjadi suriteladan bagi masyarakat Sumba Barat Daya. Dalam hal kepemimpinannya dinilai terlalu arogan dan bertindak semena-mena alias bertindak melawan hukum.
Karena itu para demonstran menyampaikan tujuh tuntutan sebagaimana dibacakan Ketua Laskar Sandel Wood Indonesia tingkat Sumba Barat Daya, Dominggus Galu yakni meminta Kapolda NTT dan Kapolri agar segera mencopot Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan sebagai Kapolres SBD karena tidak menjadi contoh dan teladan dan diduga melawan UU KUHP nomor 303 tentang perjudian dan melawan perintah Kapolri tentang Pemberantasan Judi, diduga melakukan pungutan kepada gereja-gereja atau lembaga-lembaga yang meminta ijin keramaian diantaranya, panitia KKR Pendeta Gilbert, panitia KAPIN Pendeta Dr. Stephen Tong dan lainnya, selanjutnya mempertanyakan kewenangan Kapolres AKBP Sigit Harimbawan mengadakan pacuan Kuda dengan memungut biaya Rp 2 Juta per desa induk dan Rp 1 juta untuk desa mekar, mempertanyakan penanganan Kasus-kasus pembunuhan di Wewewa Barat, Kasus Pembunuhan di Pero, Karakat, Loura dan kasus penipuan Online atas nama Yanti Mori Ate yang sampai saat ini belum tuntas di tangan Kapolres Sumba Barat Daya serta dugaan aksi pungutan ilegal pada bahan galiian C pada tambang pasir Pantai Mananga Aba di Kecamatan Loura dan beberapa pantai di wilayah Kodi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.