Minggu, 12 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 15 Agustus 2023, Siapakah yang Terbesar?

Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Ulangan 31: 1-8, dan Injil Matius 18:1-5.10.12-14.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Selasa 15 Agustus 2023 dengan judul Siapakah yang Terbesar? 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Siapakah yang Terbesar?

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Ulangan 31: 1-8, dan Injil Matius 18:1-5.10.12-14.

Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 15 Agustus 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Pertanyaan tentang siapa yang terbesar dalam konteks masing-masing memang bukanlah hal yang biasa saja.

Kita tidak bisa memastikan bahwa ada orang yang terbesar atau juga yang paling rendah dalam satu kedudukan tertentu, baik dalam masyarakat, organisasi tertentu atau juga dalam konteks budaya atau negara pada umumnya.

Karena setiap kedudukan akan disesuaikan dengan setiap konteksnya masing-masing. Satu orang dengan kedudukan tertinggi di suatu wilayah tidak serta merta menjadi tinggi di wilayah lainnya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 14 Agustus 2023, Berbakti kepada Tuhan

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Musa akhirnya sampai pada titik puncak perjalanannya bersama bangsa Israel. Di usianya yang senja dan tenaganya yang tak kuat lagi, akhirnya dia menyerahkan bangsa itu kepada Yosua untuk menyeberangi sungai Yordan dan menguasai tanah yang telah Tuhan berikan kepada bangsa itu.

Musa meneguhkan Yosua untuk memimpin bangsa itu sesuai dengan sabda Tuhan sendiri, “Tuhan akan menyerahkan bangsa-bangsa itu kepadamu dan kamu harus memperlakukan mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan Allahmu Dialah yang berjalan menyertai kalian. Ia takkan membiarkan dikau dan takkan meninggalkan dikau.”

Pesan Musa kepada Yosua sekaligus meneguhkan dia agar dia tetap kuat dalam memimpin bangsa itu menyeberangi sungai Yordan dan menempati tanah seperti yang telah disabdakan oleh Tuhan.

Kisah Musa ini mau menyampaikan kepada kita bahwa tongkat estafet satu kepemimpinan selalu direstui oleh Tuhan.

Kesiapan untuk melepaskan dan menerima tugas kepemimpinan selalu dalam rencana dan kehendak Tuhan.

Akan ada saatnya yang memimpin untuk melepaskan dan memberi tongkat kepemimpinan itu kepada orang berikutnya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved