Internasional Terkini
AS Tunggu Tanggapan Iran dalam 48 Jam untuk Akhiri Perang
Disebutkan bahwa kesepakatan itu akan melibatkan komitmen Iran untuk menghentikan sementara pengayaan nuklir.
POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Laporan Axios menyebutkan Amerika Serikat yakin hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
Dikutip pada Rabu (6/5/2026), Axios menyatakan "Kedua pihak hampir mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci."
Disebutkan bahwa kesepakatan itu akan melibatkan komitmen Iran untuk menghentikan sementara pengayaan nuklir.
Baca juga: Presiden Iran Sebut Trump Mengada-ada Soal Klaim Pemimpin Terpecah
Sementara, AS juga bakal melepaskan miliaran dollar dana Iran yang dibekukan. Washington dilaporkan sedang menunggu tanggapan dari Teheran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan.
"Belum ada kesepakatan yang tercapai, tetapi sumber-sumber mengatakan bahwa ini adalah titik terdekat antara kedua pihak menuju kesepakatan sejak perang dimulai," kata Axios.
"Proyek Pembebasan"
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara operasi AS dalam memandu kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz. Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa ada “kemajuan besar” menuju kesepakatan perdamaian dengan Iran.
Karena itu, ia akan menghentikan inisiatif yang telah berjalan selama 48 jam tersebut.
Operasi maritim baru dengan nama "Proyek Kebebasan" ini adalah tindakan kemanusiaan untuk para awak kapal yang terjebak blokade dan kekurangan makanan.
Ia mengeklaim, banyak negara telah meminta AS untuk membebaskan kapal-kapal mereka yang terjebak di Selat Hormuz. Menurutnya, kapal-kapal itu berasal dari negara yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah.
“Ini adalah isyarat kemanusiaan atas nama AS, negara-negara Timur Tengah, tetapi khususnya negara Iran,” tulisnya.
Gencatan senjata masih berlaku
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan, gencatan senjata tetap berlaku, meskipun ia menuding Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz dan negara-negara tetangganya pada Senin (4/5/2026).
“Jadi saat ini gencatan senjata memang berlaku, tetapi kami akan mengawasinya dengan sangat, sangat cermat,” katanya, dikutip dari The Wall Street Journal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-terus-melancarkan-ancaman-ke-Iran.jpg)