Kudeta Niger

Kudeta Niger: Junta Militer Deklarasikan Pemerintahan Baru Saat ECOWAS Mempertimbangkan Strategi

Para pemimpin kudeta di Niger pun telah mendeklarasikan pemerintahan baru dengan menunjuk 21 menteri.

Editor: Agustinus Sape
aliansi Matthew Cavanaugh/dpa/gambar
Ali Mahaman Lamine Zeine dinyatakan sebagai perdana menteri setelah kudeta Niger oleh militer, Rabu 26 Juli 2023. 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah negara-negara Afrika barat yang tergabung dalam ECOWAS dan negara-negara Eropa dan Amerika telah menyerukan kepada kelompok kudeta Niger untuk segera mengembalikan tampuk kekuasaan kepada Presiden Mohamed Bazaoum belum ada hasil.

Junta militer tidak menggubris berbagai intervensi pihak luar termasuk negara-negara ECOWAS bahkan mengancam setiap upaya untuk mengintervensi keadaan dalam negeri Niger. 

Para pemimpin kudeta di Niger pun telah mendeklarasikan pemerintahan baru dengan menunjuk 21 menteri.

Langkah itu dilakukan saat para pemimpin blok Afrika Barat ECOWAS bertemu untuk mempertimbangkan langkah-langkah melawan junta.

Junta militer yang menguasai Niger dalam kudeta akhir bulan lalu mendeklarasikan anggota Kabinet pemerintah baru pada Kamis 10 Agustus 2023.

Baca juga: Kudeta Niger: Nigeria Kasih Putus Pasokan Listrik, Siagakan Militernya di Perbatasan

Perdana Menteri Ali Mahaman Lamine Zeine, seorang ekonom sipil, akan memimpin pemerintahan beranggotakan 21 orang, dengan para jenderal dari dewan pemerintahan militer baru mengepalai kementerian pertahanan dan dalam negeri.

Pengumuman itu dikeluarkan saat para pemimpin blok Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) bertemu untuk pertemuan puncak darurat mengenai situasi di Niger.

Pertemuan itu terjadi dua minggu setelah kudeta militer menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum.

Apa yang dibahas para pemimpin daerah?

Para pemimpin blok mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan melakukan pembicaraan dengan junta Niger sebagai "landasan" dari upaya mereka untuk meredakan krisis.

"Sangat penting bagi kami untuk memprioritaskan negosiasi dan dialog diplomatik sebagai landasan pendekatan kami," kata Presiden Nigeria Bola Tinubu, yang memimpin KTT darurat ECOWAS di Abuja.

Dia meminta para pemimpin blok untuk bertindak dengan "rasa urgensi".

Itu adalah langkah mundur dari ancaman intervensi militer mereka sebelumnya untuk memulihkan pemerintahan terpilih di Niamey.

Setelah kudeta pada 26 Juli 2023, blok tersebut memberi para pemimpin militer tenggat waktu Minggu lalu untuk mengembalikan Presiden Mohamed Bazoum, atau menghadapi potensi penggunaan kekuatan.

Namun para pemimpin kudeta sejauh ini tetap menentang, dan ultimatum berlalu tanpa tindakan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved