Kecelakaan Maut di TTS

Korban Hendak Bernyanyi pada Salah Satu Gereja di Oetuke Timor Tengah Selatan

Pasalnya, Agung sebagai bagian dari Anggota Mazmur Corale akan mempersiapkan diri untuk berangkat untuk pelayanan kesaksian di Filipina nanti.

|
Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
MELAYAT - Suasana keluarga dan kerabat yang melayat dua kakak beradik Agung dan Olga Fitriana Benu di kediamannya, RT 33 RW 11 Kelurahan Manutapen, Kota Kupang, Sabtu 5 Agustus 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kecelakaan maut yang terjadi di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meninggalkan kisah tersendiri bai para korban.

Dua dari tiga korban meninggal dunia adalah kakak beradik, yakni Agung Benu dan Olga Maria Fitriana Benu. Keduanya adalah warga RT 33 RW 11, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.    

Perwakilan keluarga dari almarhum Agung Benu dan Olga Benu, Pdt Yustus Kase yang ditemui POS-KUPANG.COM di rumah duka, Sabtu 5 Agustus 2023 menjelaskan bahwa pibak keluarga belum dapat memberikan keterangan karena kondisi saat ini masih berada dalam suasana duka mendalam.

Baca juga: Suasana Rumah Duka Kakak Beradik Korban Kecelakaan Maut di Bena, Timor Tengah Selatan

Terkait kronologi kejadiannya, Pdt Yustus mengatakan, bahwa korban Agung Benu sebagai salah satu anggota Paduan Suara Mazmur Corale bersama rekannya hendak pergi ke salah satu gereja di Desa Oetuke, Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS.

"Rencananya, pada Minggu 6 Agustus 2023, Agung bersama dengan temannya Mazmur Corale akan mengisi lagu pada gereja di Desa Oetuke tersebut." kata Pdt Yustus.

Pasalnya, Agung sebagai bagian dari Anggota Mazmur Corale akan mempersiapkan diri untuk berangkat untuk pelayanan kesaksian di Filipina nanti.

"Agung dan Olga bersama teman-temannya berangkat dari Kupang ke Desa Oetuke, namun tanpa menduga terjadi lakalantas di Bena, TTS," ungkap Pdt Yustus.

Baca juga: Kakak Beradik Warga Manutapen Kupang Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Bena Timor Tengah Selatan

"Keluarga saat ini masih dalam suasana berduka dan belum bisa memberikan keterangan lengkap, dan kami tetap menunggu kelanjutan proses hukum sehingga kami minta kepolisian menuntaskan kasus ini," tambah  Pdt Yustus.

Pihaknya juga meminta kepolisian memproses hukum pelaku karena telah melakukan kelalaian hingga merenggut tiga nyawa dan empat lainnya luka-luka.

"Sopir dalam kondisi luka-luka dan masih dalam perawatan medis, namun kami minta agar tetap proses hukum karena perbuatannya yang telah lalai hingga menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Sementara Pantauan POS-KUPANG.COM, rumah tembok bercat hijau muda tampak ramai didatangi para keluarga dan kerabat yang datang menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Bena Timor Tengah Selatan, Korban Terpental Keluar Mobil, Terkapar di Jalan Raya

Tampak ayah kandungnya, Simon Benu dalam keadaan tegar dan pasrah, sesekali memperhatikan peti yang berisi dua jenazah anaknya.

Sedangkan ibunya, Yuliana Benu-Kase hanya mampu menangis untuk meluapkan kesedihannya di hadapan dua jenazah anaknya.

Untuk diketahui, Agung Benu merupakan anak keempat dan Olga Fitria Benu anak kelima dari tujuh bersaudara.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved