Pilpres 2024

Ujang Komarudin Meramal, Koalisi Parpol Bakal Berubah Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres

Pengamat Politik, Ujang Komarudin meramalkan perubahan koalisi partai politik akan terjadi dalam satu dua bulan ke depan. Jelang Oktober semua berubah

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
BISA BERUBAH – Ujang Komarudin meramal, koalisi partai politik bakal berubah saat menjelang hari pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden pada Oktober-November 2023 mendatang. Semuanya bisa berubah, karena komunikasi yang terus terjadi di antara kalangan politisi 

POS-KUPANG.COM – Pengamat Politik, Ujang Komarudin meramalkan perubahan koalisi partai politik akan terjadi dalam satu dua bulan ke depan. Saat menjelang pendaftaran capres-cawapres, koalisi parpol dipastikan berubah.

Asumsi itu ia sampaikan setelah mencermati dinamika yang terjadi belakangan ini, termasuk Ketua DPP PDIP  Puan Maharani yang melakukan safari politik ke ketua-ketua umum partai politik.

Dikatakannya, partai politik peserta Pemilu 2024, tentu saja terus melakukan penjajakan kerjasama, terlebih dengan parpol yang sudah bergabung dalam koalisi parpol.

Penjajakan itu, lanjut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia tersebut, nantinya terus terjadi hingga  menjelang pendaftaran bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden ke KPU RI.

Ujung-ujung dari penjajakan ini, adalah partai-partai politik yang sudah berkoalisi, bisa semakin kokoh atau bisa sebaliknya, koalisi tersebut bakal berubah.

"Apakah akan merombak koalisi? Ya bisa jadi, karena janur kuning belum melengkung. Artinya, semua masih bisa berubah, koalisinya bisa berganti format," ujar Ujang Komarudin.

Sementara sesuai agenda kerja KPU RI,  pendaftaran pasangan bakal capres dan cawapres itu dibuka pada 19 Oktober 2023 dan berlangsung hingga 25 November 2023.

Sementara agenda pemilihan presiden atau Pilpres 2024 itu dilakukan pada 14 Februari 2024. Pemilihan presiden itu bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik itu DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga DPR RI dan DPD RI yang dijadwalkan pada 14 Februari 2024.

Untuk itu, kata Ujang Komarudin, dalam tenggat waktu yang tinggal dua bulan ini, hawa politik di Tanah Air diprediksi akan meningkat. Demikian juga safari para elit partai akan selalu terjadi.

"Makanya saat ini masih dinamis, terus berproses. Formula koalisi juga tentu akan berubah terutama menjelang pendaftaran ke KPU pada Oktober 2023 nanti," kata Ujang kepada awak media, Jumat 28 Juli 2023.

Menurut dia, penjajakan yang dilakukan para ketua umum partai politik itu memang harus dilakukan. Suka atau tidak suka pola itu harus dilaksanakan. 

"Jadi, suka atau tidak suka penjajakan itu harus dilakukan, karena sebagai bentuk dari upaya melengkapi koalisi atau kerja sama yang belum terlengkapi," ujarnya.

Baca juga: Ujang Komarudin: Prabowo-Erick Thohir Duet Terkuat Pilpres 2024,  Bakal Saling Melengkapi

Oleh karena I tu, lanjut dia, apa yang telah dilakukan saat ini, merupakan langkah taktis untuk membangun kekuatan menghadapi pesta demokrasi yang tak lama lagi akan berlangsung di Tanah Air.

Yang paling penting, adalah komunikasi politik tersebut harus bermuara pada tujuan merawat persatuan di tengah riak-riak politik yang terus memanas. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved