Berita Politik
Martin Uung Bangun Titik Kumpul Jadi Jembatan Aspirasi Orang Muda dan Dapil
Menjadi anggota DPR mengambil peran lebih dalam mendorong fungsi legislasi yang ada pada komisi agar proses pendistribusian program merata.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Nama tokoh muda, Martin Uung sudah sangat populer di blantika nasional. Aktivis dan pengusaha muda kelahiran Pulau Ikan Paus Lembata ini, telah lama mencengkramkan kukuh di berbagai organisasi masa dan perusahan-perusahaan kelas nasional dan internasional di Jakarta.
Di usia yang relatif muda, Martin telah banyak mengukir karya bukan hanya untuk kegiatan politik dan bisnis tetapi juga untuk karya sosial dan kemanusiaan bagi warga NTT, melalui organisasi- organisasi sosial yang ia pimpin.
Menyambut pemilihan legislatif ( Pileg) 2024, nama Martin Uung melambung ke jagat politik NTT secara khusus di Pulau Flores, Lembata dan Alor. Tak main-main, oleh Partai Solidaritas Nasional ( PSI), Martin didapuk menjadi Caleg DPR RI nomor urut 1 di Dapil NTT 1 ( Flores, Lembata dan Alor).
Martin sebagai tokoh muda Flores ini akan bersaing ketat merebut 6 kursi DPR RI berjibaku dengan caleg-caleg senior kelas wahid, seperti, Melkhias Mekeng, Andreas Hugo Pareira, Benny K. Harman dan Julie Sutrisno Laiskodat juga masih banyak petarung kelas berat lainnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 404 Bakal Caleg di Kabupaten Sikka Belum Memenuhi Syarat
Meski menghadapi lawan-lawan berat di Dapil NTT 1, Martin sebagai aktivis sosial muda yang berpengalaman luas di berbagai bidang, ini tetap optimis akan meraup suara yang signifikan dan akan mempersembahkan satu kursi DPR RI untuk rakyat Flores, Lembata dan Alor. Optimisme itu karena ia bukan orang baru atau orang asing di negeri sendiri. Ia adalah putra kelahiran Tanah Lembata.
Dalam pesan WhatsApp kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 26 Juli 2023, Martin menegaskan bahwa di Dapil NTT 1 masih ada berbagai jarak dan kesenjangan yang menjadi masalah secara khusus bagi orang muda. Jadi momentum Pileg 2024 adalah momentumnya orang muda untuk tampil maju dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang selama ini tidak tersalurkan. Untuk menjawab semua itu, menurutnya, diperlukan Pondok Aspirasi yang akan menjembatani 6 orang wakil rakyat Dapil NTT 1 di Senayan Jakarta.
"Selama ini saya melihat ada gap yang menjadi kebuntuan relasi antara perwakilan warga NTT-1 di Senayan adalah tidak adanya semacam branch office, titik kumpul atau bisa dibilang semacam Pondok Aspirasi di 10 titik pada 10 kabupaten di Dapil NTT-1. Harus ada titik kumpul atau pondok aspirasi yang menjembatani pengaduan, pelayanan dan aspirasi bagi perwakilan kita sebanyak 6 orang di Senayan, " kata Martin.
Menurut Martin, era baru kekinian adalah momentumnya orang muda untuk mengembangkan kemampuan melalui sistem managemen yang berbasiskan digitalisasi. Hanya orang muda yang bisa melakukan perubahan pada era ini. Pondok Aspirasi atau Titik Kumpul akan menjadi basecame orang muda berkolaborasi untuk pengembangan SDM melalui pengembangan produk-produk lokal dan budaya yang bernilai ekonomis tinggi.
Baca juga: PSI Telah Daftarkan 674 Bacaleg dari 97 Dapil Se-NTT
Dikatakannya, menjadi anggota DPR adalah jabatan fungsional, dapat menjadi alat menjembatani aneka aspirasi warga untuk kemudahan kebijakan yang berpihak pada hak-hak dasar warga. Jika calon anggota DPR menjanjikan akan membangun jalan atau jembatan saat kampanye baginya itu pembodohan.
Menjadi anggota DPR adalah mengambil peran lebih dalam mendorong fungsi legislasi yang ada pada komisi agar proses pendistribusian program merata pada semua sektoral. Untuk itu, diperlukan dedikasi yang tinggi. Penuh dedikasi berarti bekerja total dengan ketulusan hati untuk kepentingan banyak orang.
"Saya berani untuk maju sebagai Caleg DPR RI, karena saya prihatin bahwa selama ini khusus Dapil NTT-1 tidak ada pengaruh pertumbuhan pembangunan yang signifikan dari aneka sektoral oleh 6 orang yang sudah dipercayakan warga untuk menjadi perwakilan rakyat di Senayan. Ada 6 orang Dapil NTT-1 sudah terlalu lama di senayan. Ada yang sudah sampai 20 tahun (4 Periode,) ada yang 15 tahun (3 Periode) dan saat bersamaan mereka seperti tuan yang tidak punya rasa memiliki untuk mewariskan kepada generasi yang ada di NTT-1 (Daratan Flores 8 Kabupaten, Alor dan Lembata," tegasnya.
Lanjut Martin, sebagai orang muda kami memiliki cara yang berbeda dalam mengurus negara ini. Mesti dimulai dari parlemen. Lembaga Parlemen itu representasi pribadi yang selama ini diambilalih oleh organisasi partai politik, dampaknya keberpihakan terhadap daerah pemilih atau rakyat yang diwakilkan terabaikan.
Baca juga: Baleg DPR RI Sepakat Jabatan Kades 9 Tahun, Begini Komentar Kepala Desa di Manggarai Timur
Dengan mengemban tiga misi akan membangun Pondok Aspirasi, aktivasi sektoral dan kemudahan kebijakan serta satu visi, Era Baru, Mudah Memimpin Penuh Dedikasi serta berbekal segudang pengalaman kerja, pengalaman organisasi dan jaringan yang luas, Martin merasa percaya diri maju bertarung dan meraih tiket ke Senayan Jakarta.
Ia mengajak seluruh orang muda di daratan Flores, Lembata dan Alor untuk bangkit bekerjasama memberikan dukungan kepadanya agar berhasil menjadi jembatan aspirasi di Gedung DPR RI Jakarta.
Sebagai langkah awal untuk menjadi politisi muda yang masih berenergi besar dan idealisme perubahan yang tinggi, ia juga mengajak para petani, nelayan, buruh, pedagang yang selama ini belum terlayani kebutuhan dasarnya agar mendukung dirinya membangun Pondok Aspirasi sebagai pusat pelayanan dan perjuangan berbagai kebutuhan dasar rakyat Flores, Lembata dan Alor.
Muhaimin Iskandar Kembali Pimpin PKB, Ma’ruf Amin Jadi Ketua Majelis Syuro |
![]() |
---|
Megawati Menangis dan Ucapkan Terima Kasih pada Seluruh Rakyat Indonesia |
![]() |
---|
Djarot Jelaskan Alasan PDIP Tidak Undang Presiden Jokowi Menghadiri Rakernas Akhir Bulan Mei |
![]() |
---|
Minta Doa dan Berkat, Uskup Turang Titip Tiga Hal Kepada Gustaf Tamo Mbapa |
![]() |
---|
Meski tak Jadi Penjabat Bupati, Yos Rasi Apresiasi Dukungan 7 Fraksi DPRD Sikka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.