Berita NTT

Pengamat Sebut Kepemimpinan Viktory-Jos Belum Cukup Baik Menjawab Ekspektasi Publik

evaluasi terhadap pemerintahan sebelumnya maupun bagi proyeksi-proyeksi pembangunan bagi Estafet pemerintahan selanjutnya. 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Akademisi dan juga Pengamat Politik dari Fisip Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Yohanes Jimmy Nami 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM - Masa jabatan kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (Viktory-Jos) akan berakhir pada September mendatang. 

Pengamat Politik FISIP Undana Kupang, Yohanes Jimmy Nami, kepada POS-KUPANG.COM, Senin 24 Juli 2023 malam melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa kepemimpinan Viktory-Jos belum cukup baik menjawab ekspektasi publik.

Selain itu program-program monumental Pemda juga belum terukur optimalisasinya.

Karena menurutnya, penting merumuskan kebijakan pemda yang berbasis pada riset sehingga lebih terukur dan merupakan hasil shoping idea dari kebutuhan langsung masyarakat. 

Baca juga: Samsat Prihatin Pemilik Ranmor Plat Luar NTT di Manggarai Barat Acuhkan Amnesty Pajak

Selain itu, kata dia, komunikasi politik yang baik juga menjadi syarat mutlak, agar masyarakat tahu apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemda, peluang dan tantangannya seperti apa. Ini untuk menghindari distrust publik terhadap program kerja Pemda. 

Karena itu, Jimy berharap agar Penjabat Gubernur yang akan ditunjuk, bukan hanya Pj yang memenuhi syarat administratif tetapi juga person yang juga mengetahui secara baik tentang NTT dengan segala macam problematikanya. 

Ia juga menyampaikan bahwa Pj Gubernur sebagai pengawal transisi pemerintahan, harus bisa menjadi Jembatan yang kokoh baik dari sisi evaluasi terhadap pemerintahan sebelumnya maupun bagi proyeksi-proyeksi pembangunan bagi Estafet pemerintahan selanjutnya. 

Selain itu, Jimi juga berharap agar masyarakat NTT harus lebih jeli memilih pemimpin NTT kedepannya, jangan sampai hanya terjebak dengan euforia dan janji-janji politik yang sifatnya utopis. 

"Track record calon pemimpin dan juga harus lebih detailing lagi dan punya kemampuan kolaborasi serta integritas yg kuat, serta punya komitmen untk menyelesaikan persoalan masyarakat NTT," ujarnya. 

Baca juga: 5 Laut di NTT Ini Patut Diwaspadai, BMKG Sebut Berpotensi Gelombang Tinggi 4 Meter Hari Ini

Karena itu, menurut Jimi, kedepannya NTT butuh calon pemimpin yang bukan sekedar punya konsep tapi juga mampu merumuskan konsep-konsep tersebut dalama langkah praksis yang down to earth, lbh membumi.

Kenapa demikian? Agar masyarakat tidak hanya jadi pasar elektoral tapi juga menjadi bagian dari keseluruhan proses pembangunan. (Cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved