Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Rentetan Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo, Bulan ini Sudah 3 Kasus, Asita: Ini Kelalaian Manusia
Selama periode bulan Juli ini, sudah terjadi 3 kasus kecelakaan kapal. Sementara dalam pekan ini terjadi dua kecelakaan kapal.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Rentetan kecelakaan Kapal Wisata kerap terjadi 1 bulan belakangan ini di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selama periode bulan Juli ini, sudah terjadi 3 kasus kecelakaan kapal. Sementara dalam pekan ini terjadi dua kecelakaan kapal.
Yang terbaru, KM Teman Baik yang membawa 9 orang wisatawan asing asal Malaysia tenggelam di perairan Pink Beach, Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), pada Sabtu 22 Juli 2023, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Wisata Angkut 9 Wisatawan Malaysia Tenggelam di Labuan Bajo
Sementara pada Senin 17 Juli lalu, sebuah sekoci milik kapal wisata KM Kaia tenggelam di perairan Pulau Mauwang akibat dihantam gelombang.
Kejadian itu mengakibatkan Alex Susanto Salim (43) seorang wisatawan domestik meninggal dunia. Korban sebelumnya sempat dievakuasi tim SAR Pos Manggarai Barat ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, namun nyawanya tak tertolong.
Sebelumnya Selasa 11 Juli 2023, Kapal Wisata Dragonet yang membawa 18 penumpang mengalami patah kemudi saat berlayar dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo. Kapal tersebut membawa 2 orang wisatawan asing dari Malaysia, 10 orang WNI, 1 orang guide, dan 5 orang kru kapal.
Baca juga: Kapal Wisata di Labuan Bajo Mulai Berlabuh Jauh Dari Venue Utama KTT ASEAN Summit
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Manggarai Raya, Evodius Gonzomer berpandangan bahwa insiden kecelakaan kapal yang terus berulang ini salah satu faktor disebabkan karena kelalaian manusia.
"Kru kapal terutama kapten kadang ada kelalaian karena tidak bisa membaca cuaca di laut, karena kejadian (kecelakaan kapal) itu terjadi di situ-situ saja, di sekitar Batu Tiga menuju Pulau Padar," kata Evo, dihubungi Sabtu sore.
Faktor lain, menurut Evo adalah kelayakan kapal yang tidak layak berlayar. Menurutnya ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak terjadi kecelakaan kapal di Labuan Bajo.
"Harusnya Syahbandar harus memperketat pengawasan, dan mengecek kesiapan semua kapal wisata yang membawa wisatawan, Labuan Bajo ini kan wisata bahari, harusnya itu menjadi hal penting yang harus diperhatikan instansi terkait," ujarnya.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak tinggal diam atas rentetan kasus kecelakaan kapal di Labuan Bajo ini. Menurutnya hal itu akan sangat berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo.
"Ini berbahaya, lama-lama orang tidak mau dan takut datang ke Labuan Bajo," imbuhnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.