Berita Sikka

Warga Borablupur Sikka Puluhan Tahun Andalkan Air Hujan

pada saat turun hujan, mereka menampungnya ke dalam bak air dibangun di halaman rumah mereka.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Arnold Welianto 
TIMBA AIR - Salah satu warga kampung Borablupur, dusun Gade, desa Burabekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka sedang mengambil air di bak penampung, Selasa 18 Juli 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Selama puluhan tahun warga yang bermukim di Kampung Borablupur, dusun Gade, desa Burabekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mendambakan air bersih yang bisa mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagian penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani ini terpaksa menggunakan air tadah hujan yang ditampung selama berbulan-bulan dan sudah berlumut. 

Mereka terpaksa menggunakan air ini untuk mandi, mencuci dan memasak.

Kondisi ini sangat dirasakan warga di Dusun Gade khususnya kampung Borablupur, mereka terpaksa menggunakan air tada hujan yang ditampung dalam bak penampung yang sudah berlumut.

Baca juga: 85 Siswa Baru SMK Katolik St. Markus Kaliwajo Sikka Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 

Yosef Nong Manis, Warga kampung Borablupur mengaku sudah puluhan tahun mengandalkan air tadah hujan untuk kebutuhan air bersih.

Menurut Nong Manis, pada saat turun hujan, mereka menampungnya ke dalam bak air dibangun di halaman rumah mereka.

"Kalau untuk minum dari air hujan, biasanya pada saat masak jeda waktu lama, masaknya lama," ujarnya 

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan air bersih, warga harus mengeluarkan biaya membeli air seharga Rp.1 Juta rupiah dalam sebulan.

"Kalau musim kemarau berkepanjangan, terpaksa kami membeli air tangki dari kota Maumere dengan ukuran 20 liter seharga Rp.5 ribu rupiah tapi untuk digunakan kebutuhan pokok seperti mandi dan memasak," ujarnya saat ditemui POS-KUPANG.COM di Kampung Borablupur, Selasa 18 Juli 2023.

Baca juga: Rabies Kepung Boganatar Sikka, 34 Orang Digigit HPR dan Satu Orang Meninggal Dunia 

Dikatakannya, warga terpaksa harus membelinya karena mengandalkan air hujan tidak mungkin karena persediaan air di bak penampung sudah habis.

Sedangkan untuk menghemat air pada musim kemarau, air hujan yang ditampung berbulan-bulan dalam bak yang sudah berlumut gunakan untuk mencuci, sehingga air yang dibeli hanya digunakan untuk mandi dan masak.

Menurutnya, salah satu kebahagiaan warga adalah musim hujan. Mereka tampak bahagia karena kebutuhan air dapat terpenuhi.

Sementara itu, Agustina mengatakan di tempat yang mereka tinggali ada satu sumber mata air namun jaraknya sekitar 2 Kilo meter dan harus melewati jalan rusak dan terjal.

Ia mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Sikka bisa membangun jaringan yang air ke rumah-rumah warga agar bisa menjadi solusi untuk memenuhi akses air bersih bagi warga Kampung Borablupur.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS


 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved