Breaking News

Berita NTT

Undana Kupang Panen Dua Profesor dari Fakultas Sains

Bahkan dari pendidikan  S1 sampai S2 mendapatkan beasiswa. Pendidikan S2 dan S3 ia lakukan di Australia. 

|
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang memanen lagi dua guru besar, yakni Prof. Dr. Meksianis Zadrak Ndii, S.Si, M.Math.Sc, Ph.D (Bidang Ilmu Kimia Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana) serta Prof. Dr.rer.nat. Antonius Rolling Basa Ola, S.Si, M.Sc, (Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang memanen lagi dua guru besar, yakni Prof. Dr. Meksianis Zadrak Ndii, S.Si, M.Math.Sc, Ph.D (Bidang Ilmu Kimia Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana) serta Prof. Dr.rer.nat. Antonius Rolling Basa Ola, S.Si, M.Sc, (Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana).

Keduanya masih berusia cukup muda. Prof. Meksianis kini berusia 40 tahun sedangkan Prof. Antonius,  45 tahun.  

Sesuai agenda, Rektor Undana, Prof. Dr. Maxs U.E.Sanam, M.Si, melalui rapat senat terbuka  akan mengukuhkan dua profesor  ini  di Gedung Auditorium Undana, Jumat (14/7) pagi pukul 08.00 Wita.

Pada 31 Mei 2023 lalu, Rektor Maxs juga mengukuhkan empat guru besar pada kampus negeri pertama di NTT ini.

Mereka,  antara lain Dr.Ir. Marcelies Dj.Ratoe Oedjoe, M.Si (Bidang Ilmu Budaya Perairan pada Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Undana), Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendessa, MP (Bidang Ilmu Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian Undana) serta Prof. Dr. drh.Annytha Ina Rohi Detha, M.Si (Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana). 

Baca juga: Orasi Calon Gubernur NTT Orias Petrus Moedak di Hadapan Petani Waikomo: Saya Pulang untuk NTT

Dengan pelantikan dua profesor ini, maka Undana telah mencetak  sebanyak 48 guru besar. Saat ini tercatat 27 guru besar aktif sedangkan 21 guru besar lain telah memasuki purna bakti. 

Sebelum pengukuhan profesor oleh rektor  dilakukan pembacaan riwayat hidup dua profesor itu,  orasi ilmiah, pengukuhan, sambutan rektor dan pemberian ucapan.

Ketika ditemui usai gladi di Aula Auditorium Undana, Kamis (13/7), Prof. Anton menyampaikan rasa bahagianya atas peristiwa pengukuhan ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorongnya baik di kampus itu, keluarga, orangtua serta siapa pun yang telah membentuknya. 

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Program Studi Kimia pada Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan merupakan salah satu mahasiswa yang menulis skripsinya  dalam bahasa Inggris.

Setelah sarjana,  ia mendapatkan dua interview beasiswa luar negeri, yakni Aminef Fullbbright dan Australian Partnerships Scholarships.

Ia memutuskan  mengambil program Masters by Research pada James  Cook University  di Australia  untuk mengikuti jejak sang ayah, Drs. Yoseph Sugi , M.Si, yang juga merupakan lulusan magister  Australia.
  
Sebelum menyelesaikan S2 pada Program Kimia Hasil Laut  James Cook University, Anton sudah mendapatkan dua beasiswa untuk jenjang S3, yakni  Chevron Deep See Natural Procucts Scholarships and Internasional Post Graduate Study Tuition Fee Award dari University of Wollongong Australia dan Beasiswa Jerman Academic Exchange Service (DAAD/Deuscher Akademischer Austauschdienst dari Pemerintah Jerman. 

Baca juga: Orasi Calon Gubernur NTT Orias Petrus Moedak di Hadapan Petani Waikomo: Saya Pulang untuk NTT

Lelaki yang menamatkan pendidikan SMP dan SMA pada Seminari Kisol, Manggarai ini memutuskan untuk melanjutkan studi S3 lewat program Doktoral by Research Duesseldorf German.

Ia menyelesaikan studinya dengan predikat Magma Cum Laude (With Great Distinction). Selanjutnya, melanjutkan studi di Jerman serta Studi Post Doctoral di USA  Amerika.

Sedangkan Prof. Meksianis mengatakan dengan pengukuhan ini  ia merasa semuanya terbayar.  Dari sekolah dasar sampai sarjana ia menekuni di Kupang. Bahkan dari pendidikan  S1 sampai S2 mendapatkan beasiswa. Pendidikan S2 dan S3 ia lakukan di Australia.

Prof. Dr. Meksianis Zadrak Ndii, S.Si, M.Math.Sc, Ph.D (Bidang Ilmu Kimia Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana)
Prof. Dr. Meksianis Zadrak Ndii, S.Si, M.Math.Sc, Ph.D (Bidang Ilmu Kimia Alam pada Fakultas Sains dan Teknik Undana) (POS-KUPANG.COM/HO-DOK)

“Saya merasa senang dan bangga karena jenjang pendidikan tinggi itu dapat saya lalui. Kesulitan saya dulu adalah bahasa Inggris yang sungguh lemah. Tapi, saya belajar untuk mengejar ketertinggalan itu,” kata lelaki kelahiran Pulau Rote dan putra seorang guru SD ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved