Berita Lembata

TJPS Tak Capai Target, Petani di Buyasuri Lembata Gagal Lunasi Utang di Bank

Dari target TJPS, hasil panen jagung sebanyak 7 ton per hektar, para petani hanya mencapai 3,9 ton per hektar. Itu pun hanya dicapai oleh empat petani

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Progam Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata tidak mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah. Ini menyebabkan para petani gagal melunasi utang pinjaman untuk pembiayaan di Bank NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Progam Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS di Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata tidak mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah. Ini menyebabkan para petani gagal melunasi utang pinjaman untuk pembiayaan di Bank NTT

Dari target TJPS, hasil panen jagung sebanyak 7 ton per hektar, para petani hanya mencapai 3,9 ton per hektar. Itu pun hanya dicapai oleh empat petani atau wirausaha mandiri (wiman).

Sedangkan 24 petani program TJPS lainnya hanya mampu menghasilkan jagung hibrida 0,4 - 3,3 ton per hektar lahan. Hal ini dikatakan Pimpinan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan (P2KPK) Buyasuri Muhammad Abdulah di Desa Mampir, Minggu 9 Juli 2023.

Baca juga: Truk-F Minta Polres Lembata Pakai UU TPKS Untuk Kasus Kekerasan Seksual

Muhammad mengungkapkan dua alasan tidak tercapainya target program andalan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ini karena curah hujan yang rendah dan ketidakdisiplinan petani mulai dari proses tanam hingga pemeliharaan sesuai anjuran penyuluh pertanian.

"Yang pertama itu kondisi curah hujan. Rata-rata wiman ini mulai tanam di akhir Desember (2022) sampai dengan awal Januari (2023). Nah, kondisi curah hujan di bulan Januari dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 28 itu tidak hujan. Setelah tiga hari, lalu tidak hujan lagi sampai dengan dua minggu kemudian," kata Muhammad.

"Faktor yang kedua itu perilaku wiman juga. Program TJPS ini kan pertama kali di Kecamatan Buyasuri, sehingga petani kita ini belum terbiasa dengan sistem manajemen budidaya jagung yang baik. Sehingga terkadang kalau kami turun, kami kan sudah punya jadwal. Sehingga ketika kita turun (ke kebun) wiman ini tidak ada, karena ada kegiatan-kegiatan sosial, ada pesta, dan sebagainya," lanjut Muhammad.

Baca juga: Sinyal Internet Jadi Tantangan Pemilu 2024 di Lembata

Dengan kondisi ini, 25 dari 28 petani peserta program TJPS disinyalir tidak mampu melunasi hutang pinjaman dari pembiayaan sebesar Rp 10 juta per wiman.

"Ada tiga wiman yang sudah lunas (utang) di bank," ungkap Muhammad.

Dari data yang dihimpun, dari total pinjaman sebesar Rp 280 juta dari Bank NTT, sebanyak 28 wiman ini baru bisa mengembalikan sebesar Rp. 67.865.000. Sedangkan sisanya belum bisa mereka bayar pada musim tanam tahun 2023.

Setelah melalui berbagai evaluasi bersama para wiman di desa-desa peserta program TJPS, ada beberapa langkah yang mereka tempuh untuk musim tanah berikutnya pada tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Tiga Kelompok Masyarakat di Lembata Deklarasi Cak Imin Jadi Presiden

Satu di antaranya adalah alokasi bibit untuk 500 hektar lahan pada tahun 2024 dari sumber dana APBN akan diprioritaskan untuk wiman TJPS tahun 2023.

Hal ini untuk mengurangi beban biaya produksi tahun 2024 dan meningkatkan produktivitas petani untuk membayar utang pinjaman di bank yang belum bisa mereka lunaskan pada musim panen tahun 2023.

"Sehingga dari alokasi 500 hektar itu, kita prioritaskan wiman TJPS yang tahun ini akan melanjutkan mungkin untuk melunaskan utang tahub berikutnya. Sedangkan pupuknya kita pakai kuota pupuk subsidi dengan saprodinya berdasarkan kesepakatan wiman, mereka beli sendiri," kata Muhammad.

Meski produktivitas panen jagung tidak mencapai target, para wiman di Kecamatan Buyasuri masih bisa mencadangkan hasil panen sebanyak 700-800 kilogram jagung, setelah dijual untuk pembayaran utang pinjaman di Bank NTT. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved