Breaking News
Kamis, 28 Mei 2026

Berita Ngada

Bupati Ngada Andreas Paru Kukuhkan Cecilia Jadi Bunda Literasi

Rangkaian acara pengukuhan ini dilaksanakan setelah Muhammad Syarif Bando meresmikan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Ngada tersebut.

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Bupati Ngada Andreas Paru bersama Bunda Literasi Kabupaten Ngada, Cecilia Sarjiyem, Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira dan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di Perpustakaan Daerah Kabupaten Ngada, Rabu 12 Juli 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Bupati Ngada Andreas Paru mengukuhkan Cecilia Sarjiyem sebagai bunda literasi Kabupaten Ngada, di Perpustakaan Daerah Kabupaten Ngada, Rabu 12 Juli 2023.

Pengukuhan Cecilia Sarjiyem disaksikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando dan Andreas Hugo Pareira Anggota Komisi X DPR RI.

Rangkaian acara pengukuhan ini dilaksanakan setelah Muhammad Syarif Bando meresmikan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Ngada tersebut.

Baca juga: Terkait TPPO, Imigrasi Labuan Bajo Sambangi Kepolisian Resort Kabupaten Ngada 

Muhammad Syarif Bando menitipkan pesan penting untuk diemban oleh Pemerintah, Masyarakat Kabupaten Ngada dan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan. "Buku diperlukan," tegas Syarif Bando.

Syarif Bando menguraikan, generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan literasi yang bagus apalagi di tengah gempuran dinamika informasi media sosial yang sulit dibendung.

Pemerintah, Masyarakat dan Komisi X DPR RI, kata Syarif Bando, punya tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi muda. Salah satunya dengan penguatan literasi.

Baca juga: Inovasi Buku Menu Pangan Lokal Puskesmas Suri Sina Ngada Upaya Menekan Angka Stunting

"Siapa kita hari ini tergantung pada apa yang kita baca pada sepuluh lima belas tahun yang lalu. Anak - anak kita yang sekarang lagi belajar, dia akan jadi apa sepuluh, lima belas tahun yang akan datang, tergantung apa yang dia baca hari ini," ujar Syarif Bando.

Menurut Syarif, generasi muda perlu disuguhkan bacaan - bacaan berkualitas, termasuk dari buku digital, yang kelak berguna dalam pembangunan bangsa dan negara. "Mari kita siapkan bahan bacaan yang bermutu anak - anak kita, memadai dan kita motivasi," imbuh Syarif.

Syarif Bando mengatakan pemerintah dan masyarakat perlu mengingatkan kepada generasi muda agar tidak menggunakan waktu berlebihan untuk bermediasosial.

"Hentikan bermediasosial tujuh jam sehari! Sungguh merugikan! Apalagi di era post truth (era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran), apalagi di tahun politik. Sungguh anak - anak kita akan terjebak pada berita - berita hoaks," ujar Syarif Bando.

Baca juga: Perkuat Pengawasan Orang Asing di Ngada, Imigrasi Labuan Bajo Gelar Rapat Timpora

Menurut Syarif, lewat media sosial generasi muda dapat memperoleh banyak informasi namun bisa melahirkan generasi tanpa analisis, generasi tanpa data.

Menurut Syarif, di Prancis, presidennya tidak ragu mengeluarkan keputusan, tidak boleh anak SD hingga SLTA memegang handphone saat jam belajar. "Mereka membatasi satu jam saja," kata Syarif.

Syarif menegaskan, kesalahan terbesar dalam sejarah pendidikan Indonesia, ketika internet mulai merambah pada 1997, internet dijadikan sumber pembelajaran.

Hal itu berdampak, para siswa mulai malas belajar dan membaca. "Semua pembelajaran silahkan dicari di internet oleh asisten rumah tangga, oleh orangtua," ujar Syarif. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved