KKB Papua
KKB Papua Pasang Satu Syarat Bebaskan Pilot Susi Air: Kami Hanya Mau Papua Merdeka
Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya tak mau membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Merthens hanya dengan uang tebusan Rp 5 miliar.
Sementara itu, Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Papua, mengatakan, bahwa selama ini pemerintah tidak pernah diam dalam upaya membebaskan pilot Susi Air.
“Pemerintah tidak pernah diam dalam upaya membebaskan pilot Susi Air. Tapi itu tidak bisa saya sebutkan di sini,” ujar Presiden Jokowi saat berada di Papua, Jumat 7 Juli 2023.
Presiden Jokowi berada di Papua dalam kunjungan kerjanya dua hari setelah melakukan lawatannya ke Australia dan Papua Nugini.
Dari Papua Nugini, Presiden Jokowi tak langsung balik ke Jakarta. Orang nomor satu di Indonesia ini terlebih dahulu singgah di Papua untuk sejumlah agenda termasuk membuka Papua Street Carnival pada Jumat 7 Juli 2023.
Pada kesempatan itulah kepada awak media, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya untuk membebaskan pilot Susi Air yang ditawan selama ini.
Diberitakan sebelumnya, Polda Papua mengungkap bahwa KKB pimpinan Egianus Kogoya meminta tebusan uang sebanyak Rp 5 miliar sebagai syarat melepas pilot Susi Air.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, permintaan tebusan uang itu akan disanggupi dengan proses negosiasi.
"Sebetulnya terkait hal itu Pemda (Papua) sedang menyiapkan pembayaran uang petugas sejak awal pada saat adanya tuntutan kelompok Egianus Kogoya," kata Benny, dikutip dari Kompas TV, Minggu 2 Juli 2023.
Baca juga: Egianus Kogoya: Omong Kosong Saya Minta Uang Rp 5 M: Kami Hanya Mau Papua Merdeka
"Beberapa saat setelah penyanderaan muncul video pertama adanya tuntutan kepada pemerintah RI yaitu sejumlah uang, senjata, bahan makanan dan bahan medis," ucap Benny.
"Waktu itu (permintaannya) sebesar Rp 5 miliar, nanti itu dalam proses negosiasi berapa yang akan bisa disanggupi. Namun sejak kita mencoba ruang komunikasi hingga saat ini KKB egianus tidak pernah membuka negosiasi dengan kami," kata Benny. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.