KKB Papua

Pengamat Militer: Kalau Egianus Kogoya Nekad Tembak Pilot, Operasi Penumpasan KKB Pasti Dilakukan

Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi, angkat bicara terkait ancaman Egianus Kogoya menembak pilot Susi Air

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
TUMPAS KKB - Pengamat Militer, Khairul Fahmi meminta KKB tidak menembak pilot Susi Air. Selain karena pertimbangan kemanusiaan, tindakan KKB Juga bisa jadi dasar bagi TNI Polri lakukan operasi penumpasan KKB di Tanah Papua. 

Diberitakan, Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, KKB pasti telah mengetahui konsekuensi jika mereka benar-benar menembak pilot Philips Mark Methrtens.

Julius menyebutkan, apabila KKB benar-benar menembak Philips, hal itu akan memudahkan aparat untuk mempercepat operasi penumpasan terhadap kelompok separatis teroris tersebut.

“Jika ancaman itu dilakukan, saya yakin mereka tahu konsekuensinya, utamanya dari negara pendukung kemerdekaan Papua,” kata Julius saat dihubungi, Jumat 30 Juni 2023.

“Secara strategi operasi akan lebih memudahkan satgas untuk melakukan operasi,” ucap Julius.

Kapuspen menambahkan, aparat TNI-Polri masih mengedepankan soft approach dalam operasi pencarian Philips.

Dilansir dari Kompas.tv, KKB pimpinan Egianus Kogoya melalui media sosial mengancam akan menembak Philips pada Sabtu 1 Juli 2023.

Terkait ultimatum itu, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, pihaknya tetap membangun komunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya.

Tujuannya agar pihak keluarga menyampaikan kepada Egianus Kogoya untuk menahan emosi dan bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Selain itu, Mathius juga meminta Penjabat Bupati Nduga untuk membantu membebaskan sandera dari tawanan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Adapun Philips disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya setelah pesawat yang dikemudikannya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan, pada 7 Februari 2023.

Baca juga: Akouboo Douw: Pilot Susi Air Bukan Musuh, Jadi KKB Papua Tak Akan Bunuh Orang yang Tak Bersalah

Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP). Philips dan kelima OAP disebut sempat melarikan diri ke arah yang berbeda.

Diketahui, kelima OAP telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, Philips masih disandera.

Tak Ada Batas Waktu

Panglima TNI, Yudo Margono merespon pernyataan Egianus Kogoya yang membatasi masa negosiasi pembebasan pilot Susi Air sampai dengan 1 Juli 2023 yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara 2023.

Yudo Margono mengatakan bahwa negosiasi tentang pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Merthens tanpa batas waktu. Tenggat waktunya tak bisa ditentukan karena hal itu berkaitan dengan negosiasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved