Berita Sikka

Warga Lewomada Sikka Cemas Hewan Penular Rabies Belum Divaksin

hewan penular rabies (HPR) karena hingga saat ini kasus gigitan dari hewan penular rabies (HPR) tersebar di 12 kecamatan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
IKAT ANJING - Warga desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka sedang mengikat anjing menunggu petugas kesehatan hewan untuk melakukan vaksinasi, Rabu 28 Juni 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Warga desa Lewomada, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) cemas, pasalnya hewan penular rabies (HPR) di wilayah tersebut belum divaksin.

Kepala desa Lewomada, Dominikus Pondang menjelaskan, pasca seorang bocah 2 tahun di desa Lewomada digigit hewan penular rabies (HPR) Senin, 15 Mei 2023 lalu, namun hingga saat ini belum ada petugas kesehatan hewan yang datang untuk melakukan vaksinasi di desa tersebut.

"Masyarakat cemas karena sejak kasus gigitan waktu itu, saya perintahkan masyarakat untuk mengikat dan mengkandangkan hewan penular rabies namun hingga saat ini tidak ada petugas yang datang untuk vaksin," katanya saat dihubungi TribunFlores.com, Rabu 28 Juni 2023.

Menurutnya, pasca setelah kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti karena warga sangat mengharapkan petugas kesehatan hewan untuk turun ke desa Lewomada untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR).

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Truk vs Motor di Talibura Sikka, 1 Tewas & 1 Dilarikan ke Rumah Sakit

"Kita sudah laporkan ke pihak kecamatan namun jawabannya hanya menunggu satu dua hari kedepan petugas kesehatan hewan ke lokasi, namun hingga saat ini tidak ada petugas yang datang," ujarnya

Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan mengatakan sejak dua pekan terakhir stok vaksin rabies untuk anjing habis.

"Untuk sementara ini sampai akhir Mei, vaksin rabies untuk anjing stoknya habis," kata Yohanes saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu 28 Juni 2023.

Ia mengaku sudah meminta bantuan vaksin rabies kepada Ikatan Dokter Hewan Indonesia. Saat ini pun sedang proses pengadaan vaksin rabies bersumber dari APBD Sikka.

"Sementara proses pengadaan saat ini bersumber dari APBD Sikka sebanyak 11.500 dosis," kata dia.

Dikatakannya, Vaksin rabies tersebut akan diutamakan untuk wilayah yang sudah mempunyai kasus gigitan dari hewan penular rabies (HPR) karena hingga saat ini kasus gigitan dari hewan penular rabies (HPR) tersebar di 12 kecamatan.

Yohanes meminta masyarakat untuk mengikat dan memasukkan anjing peliharaan mereka ke dalam kandang. Ambulans puskesmas juga berkeliling kampung untuk menyampaikan imbauan untuk mengikat anjing mereka.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved