Berita Kota Kupang

47 Kasus Kebakaran Terjadi di Kota Kupang Hingga Mei 2023

kadangkala masyarakat mengabaikan dan meninggalkan rumah dalam keadaan listrik yang menyala bahkan beberapa barang elektronik

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/SITI SOLEHA OANG
KEBAKARAN- Kebakaran sejumlah Ruko Oebobo yang terletak di samping Toko Cemara Indah, Selasa 30 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Kota Kupang mencatat ada 47 kasus kebakaran hingga bulan Mei 2023. 

Terhadap kasus ini, Kepala Damkar Kota Kupang Mesakh Ev Bailaen meminta masyarakat untuk waspada. Angin kencang yang terjadi disebut ikut memicu terjadinya kebakaran

Selain itu potensi kebakaran juga tersebar merata hampir semua Kecamatan di Kota Kupang. Kepadatan rumah penduduk hingga lahan kosong tanpa perawatan dan pengawasan, membuat ancaman kebakaran bisa terjadi. 

Dalam rentang waktu awal hingga pertengahan tahun 2023 itu, Mesakh menyebut dari total kebakaran itu paling banyak terjadi di lahan kosong, selain ruko atau toko hingga rumah warga. 

Baca juga: PSI Kota Kupang Gelar Pemeriksaan Gratis dan Bazar Murah

"Kalau tidak salah sudah ada 5 kasus kebakaran di ruko atau toko, terbanyak adalah kasus kebakaran lahan. Biasanya kalau kasus kebakaran di rumah, diakibatkan karena kompor dan listrik," kata dia, Senin 12 Juni 2023. 

Dia menerangkan penyebab lain yang berakibat pada kebakaran dikarenakan hubungan pendek arus listrik. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap hal ini sepele.

Menurut dia, kadangkala masyarakat mengabaikan dan meninggalkan rumah dalam keadaan listrik yang menyala bahkan beberapa barang elektronik masih terhubung ke sistem kelistrikan. 

Pengabaian ini justru membawa dampak yang berbahaya. Bagi dia, kebakaran lebih berbahaya dari pada kasus pencurian. Damkar, kata dia, telah mengeluarkan surat imbauan ke masyarakat melalui Kelurahan. 

Mesakh meminta agar masyarakat yang membuang sampah agar tidak membakar. Ia khawatir jika sampah itu dibakar dalam kondisi angin kencang ini bisa menyebabkan potensi kebakaran

Pemilik lahan, sebut dia, juga bisa membantu atau rutin mengontrol lahan kosong. Hal itu untuk mengantisipasi kebakaran. 

Baca juga: Kesiapan PPDB di Kota Kupang Lebih dari 95 Persen

"Jadi kami minta agar pemilik lahan untuk bertanggung jawab, untuk turut menjaga lahan mereka, jangan dibiarkan kosong lalu akhirnya terjadi kebakaran karena terbengkalai," jelas dia. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved