Berita Flores Timur

Polisi Tak Pandang Bulu Tegakkan Kasus Penganiayaan Pegawai Bank di Flores Timur

pelaku berhasil mendaratkan pukulan tepat di bagian pelipis matanya. Beruntung korban dibantu warga setempat dan berhasil melerai

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Flores Timur, Iptu Lasarus M.A La'a 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Kasus penganiayaan yang dilakukan anak anggota Polres Flores Timur berinisial FVK (20) terhadap seorang pegawai Bank NTT, Morison Dima Ruge (49) sudah masuk tahap penyidikan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Flores Timur, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, melalui Kasat Reskrim, Iptu Lasarus M.A La'a, mengatakan pihaknya tidak memandang bulu dalam menegakkan kasus tersebut.

"Pada dasarnya kami penyidik bekerja sesuai hukum yang berlaku dan semua sama di mata hukum. Kami tidak membedakan, siapa saja sebagai pelaku kami proses sesuai hukum," katanya dikutip melalui artiker tribatanewsflorestimur.com, Minggu 11 Juni 2023.

Ia mengatakan, polisi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap FVK. Pelaku telah mendekam dalam sel Mapolres Flores Timur sejak tanggal 10 Juni 2023 kemarin.

Baca juga: Keluarga Korban TPPO Flores Timur Ngaku Diminta Uang Tebusan Rp 15 Juta

Dalam kasus ini, kata dia, orang tua korban yang adalah anggota polisi juga membantu proses penangkanapan.

Pelaku yang sudah berstatus tersangka dijerat Pasal 351 Ayat 1 dengan ancaman hukuman dua tahun dan delapan bulan penjara.

Diberitakan sebelumnya, Morison Dima Ruge, pegawai Bank NTT berusia 49 tahun dipalak dan dianiaya anak onggota polisi berinisial FVK (20) di Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis 8 Juni 2023.

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 21.00 Wita itu membuat wajah Morison mengalami luka robek akibat beberapa kali ditinjok FVK.

Sebelum peristiwa itu terjadi, korban disuruh istrinya, Astri Tungari, mengantar kue pesanan pelanggan dari rumahnya di Kelurahan Weri.

Baca juga: Pemulangan Jenazah Korban TPPO Flores Timur dari Malaysia Difasilitasi KBRI

Namun sampai di depan apotek, mobil Suzuki yang dikendarai korban dipalak segerombolan pemuda, termasuk pelaku yang saat itu diduga mabuk minuman keras.

"Bapa tanya kenapa? Saya mau jalan. Tiba-tiba itu anak (FVK) bangun langsung pukul bapa saat masih berada di atas mobil," ujar Astri kepada wartawan, Jumat 9 Juni 2023.

Sesuai pengakuan suaminya, pelaku berhasil mendaratkan pukulan tepat di bagian pelipis matanya. Beruntung korban dibantu warga setempat dan berhasil melerai kejadian menegangkan itu.

Usai kejadian, Morison berniat pulang ke rumahnya di Weri.

Namun sebelum tiba, ia melaporlakan kepada beberapa anggota polisi yang saat itu sedang patroli di depan Kantor Kejaksaan.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved