Berita Sabu Raijua

DPRD Sabu Raijua Sampaikan Garam Sarai Berkualitas Premium

untuk berpikir ke arah sini fokus kesini karena itu itu sumber daya alam kita yang punya potensi besar untuk Peningkatan APBD

Penulis: Jevon Agripa Dupe | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
DPRD - Anindha Maharani Alboneh, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sabu Raijua. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe

POS-KUPANG.COM, SEBA – Melihat potensi tambak Garam yang menjadi Primadona penggerak perekonomian kabupaten Sabu Raijua, Anindha Maharani Alboneh, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sabu Raijua, sampaikan kualitas garam Sarai berkualitas Premium. Senin, 05 Juni 2023.

“Terkait potensi garam Sabu sendiri, dari saya pribadi garam Sabu Raijua memiliki potensi yang sangat tinggi, hal tersebut karena garam Sabu Raijua merupakan kualitas Premium dengan NaCl nya mencapai 98,23 persen, berdasarkan hasil uji Sucafindo tahun 2021,” ungkap Anindha.

Anindha berharap Pemerintah Sabu Raijua dapat lebih fokus untuk melihat potensi alam yang ada sebagai lumbung pendapatan Daerah.

“Harapan saya, karena saya sudah dua putaran di komisi II saya yakin potensi garam ini sangat bagus jadi kita harus dorong pemerintah untuk berpikir ke arah sini fokus kesini karena itu itu sumber daya alam kita yang punya potensi besar untuk Peningkatan APBD kita,” harap Anindha.

Baca juga: DPKKO Sabu Raijua Tanggap Persoalan Kepala SMPN 1 Sabu Tengah dan Pengelolaan Dana Bos

Anindha juga berharap pemerintah Sabu Raijua dapat melibatkan pihak ketiga untuk mempermudah pemasaran dari garam yang ada di Sabu Raijua.

“Kalau untuk saya pribadi, Karena kita sering komunikasi ke provinsi, ke kementerian mereka memang juga bilang kalau seperti ini lebih baik dipihak ketigakan tapi tetap tenaga kerjanya dari lokal.

Sebenarnya dari Pemda itu sudah ada yang bersurat PT garam Indonesia pun sudah bersurat mereka itu mau membantu untuk packaging dan lain-lain termasuk pemasaran mereka mau tinggal bagi hasil.

"Cuman itu kembali ke pemerintah lagi bagaimana kesepakatan itu harus antara pemerintah sama DPRD sama PT garam. Harus duduk sama-sama biar tahu solusinya bagaimana. Tapi menurut saya memang harus dipihak ketigakan. Karena marketing itu agak susah itu dan untuk kita pemasaran itu paling penting,” ungkap Anindha.

Leonidas V.C. Adoe, anggota DPRD lainnya juga menyampaikan bahwa pontensi Garam Sabu Raijua sangat tinggi, untuk itu dirinya berharap pemerintah Sabu Raijua dapat melibatkan pihak ketiga untuk mempermudah pemasaran Garam yang ada.

“Kita harapkan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dapat melibatkan pihak ketiga untuk melancarkan, pengelolaan dan perdagangan garam yang ada,” ucap Leonidas.

Baca juga: Pemkab Sabu Raijua Gelar Rakor Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan

Kepala Dinas PMPTSP Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sabu Raijua Lagabus Pian, menyampaikan bahwa tingginya minat Garam Sabu Raijua bukan hanya di NTT tetapi juga luar pulau NTT.

”Sejak membaiknya pasar garam mulai pertengahan tahun 2022, Garam Sabu Raijua diminati oleh pembeli dari Jawa Tengah, Surabaya-Jawa Timur, Sumba Timur, Ende dan Kupang,” ucap Lagabus.

Dominggus Djara Leba salah satu Penambak Garam di Desa Bodae menyampaikan bahwa Harga garam dipasaran tengah naik menjadi 4 ribu per kilo yang juga disebabkan kualitas garam yang tinggi.

”Untuk harga Garam saat ini karena kualitas garam kita sangat baik Sekarang untuk 1 Kilo harganya 4 ribu, Panen kemarin dari saya pribadi dapat 6 juta lebih,” ucap Dominggus (cr22).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved