KKB Papua

Anggota Dewan Soroti Nasib Pilot Susi Air: Tunjukkan Pada Dunia Bahwa KKB Papua Tak Sejahat Itu

Nasib pilot Susi Air yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, memancing anggota Dewan Papua ini angkat bicara. Ia meminta KKB hormati HAM.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
NASIB PILOT – Laurenzus Kadepa meminta TPNPB-OPM atau lebih dikenal sebagai KKB Papua agar tunjukkan pada dunia bahwa kelompok kriminal bersenjata di Papua tak sejahat yang dinilai selama ini. 

POS-KUPANG.COM – Nasib pilot Susi Air yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, memancing anggota Dewan Papua ini angkat bicara. Apalagi KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya mengancam akan menembak mati pria berkewarganeganaan Selandia Baru itu.

Atas ancaman itulah, anggota DPRD Papua ini berbicara lantang. Ia menyebutkan bahwa sudah saatnya TPNPB-OPM tunjukkan pada dunia bahwa KKB Papua tak sejahat yang dinilai selama ini.

"Mari tunjukkan kepada dunia bahwa KKB Papua tidak sejahat itu. Tunjukkan bahwa TPNPB-OPM tidak seperti tuduhan berbagai pihak selama ini," kata Laurenzus Kadepa kepada awak media di Jayapura, Senin 29 Mei 2023.

Dikatakannya, ancaman penembakan terhadap pilot Susi Air, bisa menghilangkan simpati masyarakat internasional. Apalagi kalau hal yersebut dikaitakan dengan persoalan HAM ( Hak Asasi Manusia ).

"Untuk itu saya minta semua pihak termasuk TPNPB OPM wilayah Ndugama, saya minta KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya untuk menahan diri.”

“Hargai dan utamakan hak hidup pilot. Dia (pilot) punya keluarga, ada istri, ada anak, maka itu mari hargai perasaan keluarganya," ujar Laurenzus Kadepa.

Sebelumnya Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya akan menembak pilot Susi Air, Philips Mark Merthens.

Hal tersebut diungkapkan Sebby Sambom dalam video berdurasi singkat yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu 27 Mei 2023.

Dalam video tersebut, Egianus Kogoya memberi waktu kepada Indonesia untuk segera memenuhi keinginan Egianus Kogoya.

Keinginan Egianus Kogoya, adalah bernegosiasi terkait pembebasan sang pilot yang selama ini disanderanya.

"Kalau tidak ada pembicaraan, maka kami akan tembak pilot," tegas Egianus dalam video tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap 5 Anggota KKB Papua, Satu Pelaku Terlibat Pembunuhan Warga di Nogolait

Video yang berdurasi 1 menit lebih 11 detik itu, pilot Philips juga berbicara bahwa separatis menginginkan negara selain Indonesia untuk terlibat dalam dialog tentang kemerdekaan Papua.

"Negara yang lain, jika tidak bicara dengan Indonesia dalam waktu dua bulan, mereka akan tembak saya," kata Philips dalam video tersebut.

Lebih lanjut Captain Phillip mengatakan, jika itu tidak terjadi dalam dua bulan maka mereka (KKB) mengatakan akan menembak dirinya.

Adapun Philips Mark Methrtens telah disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), kelompok Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 lalu di hutan Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan hingga saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved