Berita Alor
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Lapas Kalabahi Adakan Simulasi Penanggulangan Bencana
Yusup juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara Petugas Lapas, warga binaan, dan pihak eksternal dalam menghadapi bencana alam.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Kalabahi mengadakan simulasi penanggulangan bencana alam yang berlangsung di halaman Gedung Gereja Zoar Lapas Kalabahi pada Selasa, 16 Mei 2023.
Simulasi diikuti oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Petugas Lapas Kalabahi, perwakilan warga binaan, dan Tim Pramuka warga binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Yusril selaku narasumber ahli bencana alam dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Alor menjelaskan tentang tanda awal bencana alam, langkah-langkah penanggulangan yang tepat, serta taktik evakuasi yang efektif.
Baca juga: Jalin Sinergitas, Kapolres Alor Kunjungi Lapas Kalabahi
Para peserta, termasuk Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Petugas Lapas Kalabahi, perwakilan warga binaan, dan Tim Pramuka warga binaan dengan antusias mengikuti petunjuk yang diberikan.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kepada narasumber. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait penanggulangan bencana alam.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan simulasi yang diselenggarakan.
Baca juga: Lapas Kalabahi Alor Bagikan Wadah Penampungan Air dan Tempat Sampah
"Simulasi penanggulangan bencana alam ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan kita dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran narasumber dari BMKG Kabupaten Alor, Yusril, memberikan wawasan yang berharga bagi kita semua. Kami berterima kasih atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan," ujar Yusup.
Selain itu, salah satu Petugas Lapas, Oris Nenomnanu, juga mengungkapkan kepuasannya terhadap kegiatan simulasi ini.
"Kegiatan ini memberikan kami pemahaman yang lebih baik tentang tindakan yang harus diambil saat terjadi bencana alam. Kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. Sesi tanya jawab juga sangat bermanfaat, karena kami dapat memperoleh penjelasan langsung dari narasumber yang ahli di bidangnya," ungkap Oris.
Pada akhir kegiatan, peserta simulasi menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada narasumber dan berharap agar kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak terkait. Peserta juga menyadari pentingnya kesiapsiagaan dan pengetahuan dalam menghadapi bencana alam, baik bagi Petugas Lapas maupun warga binaan.
Yusup juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara Petugas Lapas, warga binaan, dan pihak eksternal dalam menghadapi bencana alam.
Baca juga: Lapas Kalabahi Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2023
"Kegiatan ini adalah langkah awal yang baik untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara kami di Lapas dengan BMKG. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan kami dalam menghadapi bencana alam. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam melindungi dan menjaga keselamatan semua orang di Lapas Kalabahi," katanya.
Simulasi penanggulangan bencana alam di Lapas Kelas IIB Kalabahi ini berlangsung dengan sukses dan mendapatkan respons positif dari semua peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana alam. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, Lapas Kalabahi siap menghadapi situasi darurat dan melindungi keselamatan warga binaan serta petugasnya. (cr19)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.