Berita Lembata

Pemda Lembata Ungkap Festival Lamaholot Bawa Keuntungan Bagi Pelaku Wisata

Pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam Festival Lamaholot sebanyak 13 pelaku ekonomi kreatif.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
PENGUNJUNG - Seorang pengunjung Festival Lamaholot sedang melihat suvenir yang digelar pelaku UMKM di Pantai Wulen Luo, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Sabtu, 6 Mei 2023. 

Dia menegaskan, manfaat dari Festival Lamaholot ini dirasakan oleh para pengusaha pariwisata. 

Pengusaha hotel dan homestay berhasil meraup keuntungan sebesar 10 juta rupiah, pengusaha transportasi sebesar 13 juta rupiah dan pengusaha makan minum sebesar 91 juta rupiah.

Jumlah kontingen yang ikut dalam karnaval sebanyak 96 kontingen yang terdiri dari sekolah, paguyuban, lembaga pemerintahan dan lembaga keuangan.

Sedangkan peserta yang mengikuti parade laut sebanyak 120 orang dengan jumlah 29 Perahu.

Dia berharap agar event seperti ini dapat dilaksanakan terus-menerus sehingga dapat mempromosikan budaya Lembata

Kurang Sosialisasi

Wawan berujar banyak masyarakat di Lembata belum mengetahui adanya penyelenggaraan Festival Lamaholot. Promosi dan sosialisasi sangat penting dilakukan sebelum festival digelar. Tak hanya itu, banyak stand UMKM yang disiapkan panitia juga tidak terisi.

Padahal ada banyak sekali pelaku UMKM di Lembata. Ini juga terjadi menurut dia akibat kurangnya komunikasi antara pemerintah dan pelaku UMKM di Lembata

"Kalau mau libatkan komunitas, setidaknya diberitahu untuk diajak bergabung," tandasnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur dalam pembukaan Festival Lamaholot menjelaskan, Festival Lamaholot merupakan upaya untuk mengoptimalisasi sumberdaya pariwisata di Lembata

Selain itu, Festival Lamaholot pun berperan untuk menggerakkan kelompok ekonomi kreatif di Lembata, terutama yang berada di Teluk Lewoleba dan sekitarnya.

Yakobus menegaskan, Festival Lamaholot merujuk dari Lamaholot sebagai suatu entitas budaya yang menyebar di wilayah Lembata, Flores Timur dan Alor yang keberadaan dan kekayaan budayanya telah menjadi perhatian bersama. 

"Lestari adalah harapan, melestarikan adalah tanggung jawab dan peradaban adalah eksistensi dan kita adalah penentu," ujar Yakobus di Wulen Luo pada Kamis, 4 Mei 2023.

Menurut dia, Festival Lamaholot yang diselenggarakan ini dimaksudkan untuk menguatkan, mengingatkan dan memperhatikan budaya Lamaholot.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved