Konflik Sudan

Konflik Sudan, Lebih dari 3.500 Orang Telah Melarikan Diri ke Etiopia

Konflik Sudan tidak hanya memaksa warga asing dievakuasi ke negaranya masing-masing. Warga negara Sudan pun banyak yang melarikan diri ke luar negeri.

Editor: Agustinus Sape
TWITTER/GLOBAL TIMES
Suasana evakuasi warga China dari Sudan. Sejauh ini, lebih dari 1.300 warga negara China telah dievakuasi dengan aman dari Sudan. 

"(Mereka) akan tiba di Jakarta besok pukul 06.30 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia 991. Insya Allah saya juga akan berada di bandara," katanya.

Sementara itu, Menkeu menjelaskan 390 WNI tersebut merupakan bagian dari 557 WNI yang direlokasi dari Ibu Kota Sudan, Khartoum, ke Port Sudan, di pantai Laut Merah negara itu, pada tahap evakuasi pertama.

Marsudi mengatakan sekitar 12 orang Indonesia dilaporkan masih berada di Khartoum, sementara sebagian besar staf kedutaan sedang mempersiapkan tahap evakuasi kedua, di mana 328 orang Indonesia akan dievakuasi.

Ia mencatat, 110 dari 328 WNI tersebut telah diberangkatkan ke Jeddah, Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (TNI-AU).

Apalagi, kata Marsudi, jika ada warga negara Indonesia yang menolak dievakuasi dan memutuskan tetap tinggal di Sudan, maka pemerintah tidak akan memaksa mereka keluar dari negara tersebut.

“Jika mereka memutuskan bertahan karena ingin bersama keluarga di Sudan, maka hak merekalah yang harus kita hormati,” tegasnya.

Menteri juga mengimbau seluruh warga untuk mendoakan para pengungsi kembali dengan selamat ke Jakarta.

Sebanyak 110 warga negara Indonesia dievakuasi dari Sudan ke Jeddah, Arab Saudi, dengan pesawat TNI Angkatan Udara, Rabu 26 April 2023.

Sebelumnya, mereka berangkat dari Khartoum, Sudan, ke Kota Port Sudan melalui jalan darat.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, Kamis 27 April 2023, mengatakan, para WNI yang dievakuasi terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat Boeing 737 A-7305 TNI AU dari Kota Port Sudan menuju posko evakuasi di Jeddah, Arab Saudi.

”Proses evakuasi berjalan dengan lancar berkat koordinasi yang baik dari berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, KBRI (Kedutaan Besar RI) di Sudan, kru pesawat B-737 A-7305, dan juga Konjen (Konsulat Jenderal) RI di Jeddah,” kata Indan.

Baca juga: Konflik Sudan, 5 Staf PBB Ikut Tewas, Evakuasi Warga Asing Terus Dilakukan

Evakuasi ini merupakan yang pertama dengan pesawat. Tahap berikutnya akan ada beberapa penerbangan dari Kota Port Sudan ke Jeddah. WNI yang sudah dievakuasi ke Jeddah akan diterbangkan ke Tanah Air menggunakan beberapa pesawat komersial.

Adapun pesawat A-7305 TNI AU tetap berada di Jeddah untuk melaksanakan evakuasi WNI di Sudan selanjutnya. Tim evakuasi dipimpin mission commander Kolonel Pnb Noto Casnoto.

Tim terdiri dari kru pesawat, personel Satuan Bravo Komando Pasukan Gerak Cepat (Satbravo Kopasgat), tenaga kesehatan, psikolog, Badan Intelijen Strategis TNI (Bais TNI), Pusat Penerangan TNI, dan staf Kementerian Luar Negeri.

Noto mengatakan, misi evakuasi menurut rencana dibagi menjadi beberapa sorti. Sorti pertama telah terlaksana dengan lancar tanpa kendala. ”Evakuasi akan diprioritaskan untuk lansia (lanjut usia), ibu hamil, dan anak-anak,” kata Noto.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved