Berita NTT
PGRI NTT Prihatin Siswa Ujian Ditengah Banjir di Kabupaten Malaka
bisa saja berimbas pada psikologi peserta didik. Tapi Simon memaklumi banjir yang menggenangi sekolah ketika siswa sedang ujian.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTT Simon Petrus Manu mengaku prihatin dengan kondisi siswa ujian ditengah banjir.
Simon menanggapi adanya salah satu sekolah di Kabupaten Malaka yang melaksanakan ujian sekolah dalam situasi dipenuhi genangan.
Terhadap hal itu, Simon menyentil kepedulian dari Pemerintah setempat untuk melihat masalah itu untuk ditanggulangi. Minimal menjadi perhatian komponen terkait.
Baca juga: Polda NTT Kerahkan 2554 Personel Amankan KTT ASEAN Summit di Labuan Bajo
Meski, kata dia, peristiwa itu terjadi bukan karena ulah manusia, namun faktor alam yang tentu tidak semua menginginkan juga.
"Kita ikut prihatin ya. Sehingga harus bijaksana didalam tindakan yang harus, tidak merugikan siswa," katanya, Selasa 18 April 2023.
Bagi dia kejadian itu bisa saja berimbas pada psikologi peserta didik. Tapi Simon memaklumi banjir yang menggenangi sekolah ketika siswa sedang ujian.
Kendati demikian, PGRI NTT tetap mendorong agar kepentingan siswa tidak dikorbankan akibat masalah tersebut.
Simon juga mengkritisi pembangunan sekolah yang harus memperhatikan kondisi lingkungan. Ia menilai, letak sekolah yang berbarengan dengan aliran sungai atau kawasan banjir, maka jelas akan berdampak pada genangan dilingkungan sekolah.
Baca juga: Polda NTT Kerahkan 2554 Personel Amankan KTT ASEAN Summit di Labuan Bajo
Untuk itu, ke depan perlu pertimbangan yang lebih matang ketika melakukan pembangunan sekolah ataupun bangunan lainnya. Pilihan lokasi yang aman harus menjadi paling penting tiap pembangunan.
"Jangan dipertahankan tetapi lebih baik dicarikan lokasi yang bisa membuat masyarakat aman, terutama peserta didik," sebut Simon.
Simon lalu memberi pesan agar koordinasi dari semua pihak agar melihat persoalan seperti ini agar memberi kenyamanan dan keamanan bagi siswa. Ke depan, ujar dia, perlu ada pertimbangan bersama dari berbagai aspek.
Bagi kepala sekolah, Simon menyarankan agar menciptakan kondisi yang memang memberi kenyamanan bagi siswa. Sekolah harus memberi kompensasi atas kejadian ini, agar tidak menyulitkan siswa.
"Memberi kemudahan yang bisa mereka menilai tindakan kita itu tidak merugikan sementara mereka berhadapan dengan kondisi alam yang kurang bersahabat itu," ujarnya. (Fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.