Kamis, 30 April 2026

Berita NTT

Jenazah Pekerja Migran Indonesia Asal Ende Dipulangkan Dari Malaysia

Hendrikus Banga (52) meninggal dunia di Pulau Pinang, Malaysia pada 8 April 2023 lalu. Ia meninggal dunia karena penyakit jantung. 

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Suster Laurentina SDP dari JPIC bersama keluarga saat mendoakan jenazah almarhum Hendrikus Banga (52) di parkiran kargo Bandara El Tari Kupang. Kamis 14 April 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Satu jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural asal Desa Tuwerea Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba tak bernyawa. 

Hendrikus Banga (52) meninggal dunia di Pulau Pinang, Malaysia pada 8 April 2023 lalu. Ia meninggal dunia karena penyakit jantung. 

Jenazah Hendrikus diterbangkan ke Kupang pada Kamis 13 April 2023 menggunakan Garuda dengan nomor penerbangan GA 448 pada pukul 12.55 Wita. 

Selanjutnya almarhum dibawa ke rumah duka di Kelurahan Penfui Timur Kabupaten Kupang, sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya. Keluarga dari almarhum ikut melakukan penjemputan di pintu kargo Bandara El Tari Kupang. 

Baca juga: Cegah Pekerja Migran non-Prosedural, WWG: Tingkatkan Skill Perempuan dan Usaha Mikro di Desa

Petugas BP3MI NTT hadir untuk membantu proses penjemputan jenazah hingga mengantar ke rumah duka, dan akan mengantar ke Pelabuhan Tenau Kupang pada Jumat 14 April 2023, untuk dibawa ke Kabupaten Ende. 

Sebelum dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, Suster Laurentina SDP dari JPIC, memimpin doa untuk segala kelancaran proses pemulangan jenasah Hendrikus ke rumah duka hingga penguburan. 

Niko, perwakilan keluarga dari almarhum mengatakan, Hendrikus sudah lebih dari 20 tahun bekerja di negeri Jiran Malaysia. Beberapa kali ia kembali ke kampung dan berangkat lagi, hingga terakhir meninggal dunia. 

Ia sendiri menyebut keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian Hendrikus. Keluarga di Kupang mendapat kabar dari Ende setelah almarhum meninggal dunia. 

Baca juga: Dua Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal NTT Dipulangkan dari Malaysia dan Laos

Setahu Niko, Hendrikus bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia. Lama tidak mendengar kabar, Hendrikus dinyatakan meninggal dunia di tempat kerja. 

"Padahal dia rencana mau pulang tahun ini, tapi dalam keadaan begini," ucap Niko. 

Ia menyebut, peristiwa kematian memang tidak bisa tolak, namun proses menuju kematian baginya bagian yang sangat sulit untuk dihindari pula. Keluarga, menurut dia, menerima kejadian ini sebagai sebuah takdir.

Suster Laurentina SDP dari JPIC mengatakan, hingga bulan April 2023 setidaknya ada 36 jenasah PMI asal NTT yang diterima oleh pihaknya. 

Ia mengatakan dari jumlah ini paling banyak jenasah merupakan warga Kabupaten Malaka dengan Malaysia sebagai negara yang paling 'rajin' mengirim jenasah PMI asal NTT. 

"Ini data yang khusus PMI non prosedural, diluar yang kita urus dalam negeri ya. Kalau digabung kira-kira sekitar diatas 40 (jenasah)," katanya. 

Baca juga: NTT Kembali Terima Tiga Jenazah Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved