Senin, 27 April 2026

Berita NTT

NTT Kembali Terima Tiga Jenazah Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia 

Ketiganya diterbangkan dengan pesawat Garuda, Sabtu 18 Maret 2023 dan tiba di kargo Bandara El Tari Kupang, Sabtu siang. 

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
JENASAH - Kedatangan salah satu jenasah PMI asal NTT di kargo Bandara El Tari Kupang. Sabtu 18 Maret 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menerima tiga jenasah Pekerja Migran Indonesia atau PMI dari Malaysia

Tiga jenasah itu berasal dari Kabupaten Flores Timur, Malaka dan Timor Tengah Selatan. Ketiganya diterbangkan dengan pesawat Garuda, Sabtu 18 Maret 2023 dan tiba di kargo Bandara El Tari Kupang, Sabtu siang. 

Anastasia Kolin selaku keluarga, mengatakan almarhum bernama Andri (47) berasal dari Solor Kabupaten Flores Timur. Selama ini, korban berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meninggal dunia di rumah sakit dengan keluarga setempat pada 14 Maret 2023 lalu. 

Baca juga: Malaka Juara Cabang Sepakbola Popda NTT 2023

Anastasia menyebut korban sudah merantau sejak tahun 1987 dan pernah datang ke Kabupaten Flores Timur di tahun 2016 lalu. 

Jenasah yang tiba di Kupang, selanjutnya akan disemayamkan di rumah duka di Sikumana, sebelum diberangkatkan ke Flores Timur menggunakan angkutan laut, ASDP. 

"Besok baru berangkat ke Larantuka, dengan Fery. Jenasah disemayamkan di Sikumana Kota Kupang," kata dia. 

Keluarga hanya menerima kejadian ini sebagai sebuah takdir. Kabarnya Sebelum meninggal dia sempat panas. Rencananya juga dia akan kembali namun, takdir berkata lain. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Nakertrans NTT dan Kabupaten Flotim hingga BP2MI NTT terkait musibah ini. Ia menyampaikan ucapan terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenasah almarhum ini. 

Baca juga: Rapat Pembahasan Draft Awal Badan Keuangan, Pemprov NTT Harapkan Bantuan Tepat Sasaran

Jenasah lainnya adalah Vinsen Klau (46). Almarhum berasal dari Dusun Koterin, Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka. 

Selama ini dia bekerja di Malaysia Barat di sektor pertanian. Sudah lebih dari lima tahun ia bekerja. Tidak ada riwayat penyakit apapun yang dialami Vinsen. Ia didiagnosis mengalami penyakit liver sebelum meninggal dunia. 

Fransisko De Olivera yang merupakan keluarga dari almarhum menyebut informasi yang diperoleh keluarga lain di Malaysia, menyebutkan almarhum diketahui mengalami sakit pada bagian perut. 

Sudah lebih dari dua pekan Vinsensius menderita penyakit tersebut. Almarhum baru dibawa ke rumah sakit setempat sebelum dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 13 Maret 2023. 

"Dia sempat rasa kaki sakit dan bengkak semua. Ada keluarga ajak pulang juga tapi tidak bilang masih tunggu satu tahun lagi," katanya. 

Baca juga: Belu Juara Umum Cabang Tinju Popda NTT 2023

Jenasah yang tiba di Kupang langsung dibawa ke Malaka untuk dikebumikan. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah yang tidak bisa ditolak. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved