Opini
Opini Don Kabelen: Hosana, Salibkanlah Dia!
Tampilnya seorang pemimpin siapapun dia tetap menghadirkan dikotomi. Dikotomi antara kelompok pendukung dan penentang.
Kegagalan mereka adalah kegagalan kita sebab semua pemimpin kita adalah cermin dari rakyat. Bila kita berani mencerca mereka, maka sesungguhnya kita mengkritik diri sendiri, menghujat sifat-sifat negatif mereka sama artinya dengan menertawakan ketololan diri sendiri.
Baca juga: Opini Dony Kleden: Sesat Pikir Politik Pendidikan di NTT
Rupanya kita sedang dirasuki roh dari filsuf Jean Paul Sartre. Tidaklah mengherankan improvisasi untuk menghadirkan sebuah salib akan berlanjut terus.
Orang semakin haus akan pembantaian dan bukanlah sebuah keanehan bila kita menemukan hal-hal aneh dalam hidup kita. Sebab menurut Sartre, kehadiran orang lain mendatangkan dosa bagi orang-orang memandangnya dan karenanya perlu disingkirkan.
Terkini, roh pembaharuan disematkan ke Jokowi, Dipundaknya, presiden kita diharapkan mampu membawa perubahan dilanda kegembiraan dengan terpilihnya Jokowi jadi pemimpin negeri ini.
Euforia merebak karena diyakini pemimpin karismatik ini yang lazim diidentikan sebagai ‘pemimpin blusukan’ lantaran rajin turun turun ke tengah masyarakat mampu memberikan bukti bukan janji.
Inilah yang sedang kita tunggu, apakah pemimpin ke-7 negeri ini nantinya juga disalibkan seperti pendahulunya atau presidenyang mampu mematahkan pemikiran Sartre? (Penulis adalah Staf STIPAS Keuskupan Agung Kupang)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yesus-Menghadap-Pontius-Pilatus.jpg)