Berita Manggarai

BPBD Bersama WVI Sosialisasi Tanggap Bercana bagi Dua SD Rawan Bencana di Manggarai 

Adapun dua sekolah ini terkena bencana longsor dan kerusakan ruang kelas karena angin kencang pada bulan Januari dan Februari 2023 lalu.

Editor: Oby Lewanmeru
POS - KUPANG.COM/CHARLES ABAR
SIAGA- Pose bersama WVI bersama BPBD Manggarai dan peserta sosialiasi siaga bencana di SDI Perak dan SDI Wangko, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Jumat 31 Maret 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Charles Abar

POS-KUPANG.COM,RUTENG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Puspas Keuskupan Ruteng memberikan pendidikan pencegahan pengurangan resiko bencana pada siswa dan siswi hingga guru di SDI Perak Desa Perak dan SDI Wangko Desa Golo Langkok.

Adapun dua sekolah ini terkena bencana longsor dan kerusakan ruang kelas karena angin kencang pada bulan Januari dan Februari 2023 lalu.

Sebelumnya di dua desa ini, WVI dan BPBD Manggarai sudah dikembangkan Destana(Desa Tangguh Bencana) dan pembentukan tim PRB desa (Pengurangan Resiko Bencana) untuk ancaman tertinggi Longsor. 

Baca juga: Jembatan Crossway Wae Munting Jebol Diterjang Banjar, Yosef: BPBD dan PUPR Sudah ke Lokasi

Karena itu, setelah dilakukan diskusi dengan pihak sekolah dan Pemerintah desa, maka dilakukan Pengembangan Sekolah Siaga Bencana. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 30 Maret 2023 di SDI Perak dan 31 Maret 2023 di SDI Wangko.

Adapun mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah tim PRB masing-masing desa, pengawas sekolah SD di Rahong Utara, BPBD Kabupaten  Manggarai, kemitraan Puspas Keuskupan Ruteng -Wahana Visi Indonesia.

Dalam sambutan kepala sekolah SDI Perak Paulus Pantur menyampaikan, saat terjadi longsor beberapa bulan yang lalu Ia bingung harus mencari bantuan kepada siapa, hingga dengan adanya kegiatan ini sangat membantu bagi lembaga pendidikan itu

"Saat terjadi longsor di SDI Perak saya sempat bingung mau menghubungi siapa saja dan mencari tim untuk bisa berdiskusi dan mengupayakan bantuan tetapi dengan adanya dukungan WVI dan BPBD dalam kgiatan ini, semakin membantu kami pihak sekolah dalam upaya pengembangan sekolah aman tanggap bencana," ungkap Paulus 

Baca juga: BMKG: Aktifnya Monsun Australia Picu Musim Kemarau 2023 di NTT Lebih Awal,Waspada Bencana Kekeringan

Ia melanjutkan, sebagai kepala sekolah di SDI Perak merasa bersyukur ada kepedulian Wahana Visi Indonesia dan BPBD kabupaten Manggarai dengan kondisi yang mereka alami selama ini

"Kami di SDI Perak, merasa bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dari BPBD, PUSPAS Keuskupan Ruteng dan WVI yang telah meluangkan waktu untuk mensosialisasikan Sekolah Tanggap Bencana. Kami sangat membutuhkan kepedulian dan tindak lanjut kegiatan hari ini agar lebih paham melakukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi resiko bencana di SDI Perak, khususnya,” kata Paulus Pantur, Kepala Sekolah SDI Perak.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Manggrai diwakili Kabid Pencegahan Bencana Alam, Ardi Husen pada saat itu menegaskan tiga fase dalam menghadapi bencana alam bagi siswa-siswi.

 

 

"Dalam penanganan bencana ada tiga fase yaitu pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Kegiatan SPAB atau Satuan Pendidikan Aman Bencana adalah salah satu tahap yang kita perlu lakukan di tahap pra bencana sebagai kesiapsiagaan agar nanti kalau ada bencana masyarakat sekolah sudah siap menghadapinya dan bisa meminimlisir korban," kata mantan Aktivis PMKRI itu 

Sementara itu, Disaster Risk Reduction (DRR) Specialist dari Wahana Visi Indonesia, Lusty Budiman, menegaskan bahwa, untuk mencapai satuan pendidikan yang aman bencana perlu ada tiga pilar utama yang perlu diperhatikan oleh sekolah yakni pilar pertama fasilitas sekolah yang aman, pilar kedua adanya management bencana di sekolah dan pilar ketiga adanya pendidikan pengurangan resiko bencana di sekolah yang dipadukan dengan pembelajaran dan kurikulum sekolah baik  dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam kegiatan ekstra kurikuler.

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau 2023 di NTT Di Bawah Normal, Waspada Bencana Kekeringan

"Semua komponen di sekolah, baik guru, siswa, komite, orang tua dan semua lembaga dan stake holder terkait di sekitar sekolah harusnya bekerja sama agar bisa mengembangkan kesiapsiagaan di sekolah secara berkala dengan simulasi dan praktek dan pada akhirnya bisa mengurangi resiko serta dampaknya bagi masyarakat sekolah," pungkas Budiman 

Kesempatan yang sama Koordinator WVI AP Manggarai, Hilaria K. Meot mengatakan, sebagai yayasan kemanusiaan yang fokus pada kesejahteraan anak, dengan pendekatan pengembangan tranformasional, advokasi dan tanggap bencana, tentunya Wahana Visi Indonesia akan terus berupaya mendukung Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam upaya memastikan lingkungan yang aman untuk aman, termasuk dalam konteks kebencanaan. 

Dalam pelatihan ini, siswa -siswi guru dan satake holeder lain ikut menyusun dokumen kontijensi plan di sekolah, menyimak pemaparan 3 pilar Sekolah Siaga bencana yakni, Fasilitas Sekolah Aman, Managemen bencana di sekolah, pendidikan pencegahan dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) lalu dilanjutkan dengan  simulasi bencana di sekolah tersebut. (Cr2)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved