Berita Sabu Raijua
Kepala Puskesmas Seba Sabu Raijua Harapkan Tidak Terjadi Diskriminasi Terhadap ODHA
Cindi juga menghimbau masyarakat untuk tidak takut melapor diri untuk diperiksa jika terdapat gejala-gejala HIV atau AIDS.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe
POS-KUPANG.COM, SABU RAIJUA - Kepala Puskesmas Seba, Cindi D.Y Lede,S.KM, mengharapkan tidak terjadi diskriminasi terhadap Orang dengan HIV atau AIDS
Kepala Puskesmas Seba, Cindi D.Y Lede,S.KM mengatakan hal itu, Senin, 27 Maret 2023.
“Kami harapkan masyarakat Tidak memberikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap ODHA, sangat disesalkan terjadi diskriminasi atas mereka, bukan mereka tidak mau hidup dengan kita tetapi kita yang sering tidak menerima mereka,” ucap Cindi.
Cindi menyampaikan bahwa untuk Puskesmas Seba terdapat 4 pasien ODHA yang mendapatkan pengobatan.
Baca juga: Pemda Sabu Raijua Apresiasi Paguyuban Keluarga Jawa di Sabu Raijua
”Sementara pengobatan di puskesmas Seba terdapat 4 orang, rentang usia ke 4 orang tersebut Tiga puluhan, 2 Perempuan dan 2 laki -laki, yang berada di empat desa yaitu Roboaba satu orang, Raekore satu orang, Ledekepaka satu orang, Raedewa satu orang,” ucap Cindi.
Cindi juga menghimbau masyarakat untuk tidak takut melapor diri untuk diperiksa jika terdapat gejala-gejala HIV atau AIDS.
”Kami dari Puskesmas kepada masyarakat jangan takut untuk periksa karena dengan melaporkan kita bisa berikan perawatan dan dapat mencegah penyebarannya,” Himbaunya.
Cindi juga berharap pemerintah daerah dapat melaksanakan pelatihan khusus pendampingan dan penanggulanganan ODHA agar terdapat tenaga kesehatan yang khusus menangani ODHA.
Baca juga: Paskah 2023, Jemaat GMIT Eklesia Leoge Sabu Raijua Bahu Membahu Buat Salib
“Saya juga berharap pemerintah dapat melakukan pelatihan khusus untuk tenaga kesehatan yang ada, agar untuk penanganan ODHA terdapat ahli atau staf khusus pada bidang itu karena kita walaupun tenaga kesehatan Punya gambaran umum terkait HIV atau AIDS tetapi sampai saat ini tidak terdapat tenaga kesehatan yang khusus untuk ODHA,” ungkap Cindi.
Isak Riwu Lappa Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sabu Raijua, menyampaikan bahwa salah satu penyebab diskriminasi terhadap ODHA disebabkan oleh pemahaman masyarakat terhadap HIV atau AIDS di Sabu Raijua begitu terbatas.
“Untuk pemahaman dan tingkat penerimaan masyarakat Sabu Raijua sendiri terhadap ODHA begitu minim, Seperti penyebaran HIV atau AIDS masyarakat cenderung tidak tahu karena itu kita selalu melaksanakan sosialisas Penyebabnya.
Seperti bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual serta tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Menggunakan jarum suntik yang telah dipakai oleh orang lain. Transfusi darah yang alatnya tidak steril, selalu kita Sosialisasikan baik di Sekolah dan kantor desa dan tempat lainnya, agar masyarakat dapat mengetahui penyebab dan dapat mencegah.
Baca juga: Ini yang Disampaikan Bupati Sabu Raijua Saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan GPIN Kujiratu
Langka tersebut kita ambil agar tujuan kita 3 Zero dapat terwujud, 3 Zero tersebut yaitu nol penyintas baru, nol kematian akibat HIV atau AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi akibat HIV atau AIDS,” jelas Isak.
berita Sabu Raijua
ODHA
Sabu Raijua
puskesmas
Kepala Puskesmas Seba
Cindi D.Y Lede
POS-KUPANG.COM
Pos Kupang Hari Ini
HIV
AIDS
KONI Sabu Raijua Gelar Rapat Koordinasi, Meky Kana: Bekerja Sama Bukan Kita Sama-Sama Kerja |
![]() |
---|
Ketua DPRD Sabu Raijua Minta Pemkab Beri Pendampingan ke Penyintas Kasus Pelecehan Seksual |
![]() |
---|
Bupati Sabu Raijua Beri Bantuan Motor Roda Tiga Bagi Kelompok Tani |
![]() |
---|
Sejak Januari 2023, Terdapat 12 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Sabu Raijua |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.