Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Maret 2023, Saya Bukanlah Orang yang Paling Malang

Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Saya Bukanlah Orang yang Paling Malang.

|
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Sabtu 11 Maret 2023 dengan judul Saya Bukanlah Orang yang Paling Malang. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Saya Bukanlah Orang yang Paling Malang.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Nabi Mikha 7: 14-15.18-20, dan bacaan Injil Lukas 15: 1-3.11-32.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Sabtu 11 Maret 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Perumpamaan tentang anak yang hilang adalah cerita tentang orang yang hidupnya dirundung malang, penuh kekecewaan dan nyaris putus asa.

Dia malang karena salah mengambil keputusan, pergi dari rumah tanpa tujuan yang jelas, memboroskan harta miliknya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 9 Maret 2023, Menjadi Berkat bagi Sesama

Kemalangan terbesar adalah ketika dia betul-betul melarat, tidak ada seorang pun yang percaya kepadanya.

Dia kecewa karena tidak ada orang yang mau memberinya makan, teman-temannya pun tidak, meski hanya sisa-sisa makanan.

Namun dia masih mempunyai setitik harapan. Ada keyakinan bahwa ayahnya yang murah hati kepada
para hambanya itu akan bermurah hati pula kepadanya.

Kenangan manis di rumah ayahnya memberi kekuatan kepadanya untuk bangkit.

Harapan kecil itu menjadi modal baginya untuk menata hidup yang baru.

Penginjil menegaskan, "Bangkitlah dia dan pergi kepada bapanya."

Dia tidak pernah tahu atau pun berpikir bahwa bapanya telah lama menunggu kepulangannya.

Ayahnya sungguh penuh belaskasihan dan amat peduli akan nasib anaknya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Maret 2023, Kembali ke Jalan Allah

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Pada masa puasa ini, kita diajak untuk mensyukuri hidup yang dianugerahkan Tuhan bagi diri kita masing-masing.

Dan walau kita punya dosa, Tuhan tidak menolak kita. Tuhan tidak membuang kita.

Tuhan tetap menerima kita kembali sebagai anakNya.

Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Dia merangkul kita, Dia menerima kita kembali.

Dia adalah Bapa yang penuh belas kasihan.

Kita ternyata tetap dicintai oleh Tuhan. Tuhan menyertai kita.

Dengan demikian, kita bukan orang yang paling malang,

Kontemplasi

Dengan rasa sesal dan tobat, datanglah kepada Yesus dan katakanlah kepadaNya, ”Tuhan, aku telah berdosa terhadap Sorga dan terhadap Bapa, aku tidak layak menjadi muridMu..”

Tuhan mendengar dan menerima Anda kembali. Bangkitkanlah semangat hidup baru dan katakanlah kepada diri sendiri, aku tidak mau melakukan dosa lagi.

Doa

Ya Yesus, seringkali aku jatuh dalam dosa. Aku merasa tidak layak menjadi pengikutMu.

Kini aku datang kepadaMu, semoga Engkau mau menerima aku kembali dan mau mengampuni segala dosa dan perbuatan jahat yang telah aku lakukan selama ini.

Terima kasih Tuhan atas segala belaskasihan dan kemurahan hatiMu. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Sabtu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Teks Lengkap Bacaan Sabtu 11 Maret 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Maret 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Maret 2023. (Tokopedia)


Pertama Mikha 7:14-15.18-20

"Semoga Tuhan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut."

Bacaan dari Kitab Nabi Mikha:

Nabi berkata, “Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri. Mereka terpencil, mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka merumput di Basyan dan Gilead seperti pada zaman dahulu kala.

Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir.

Adakah Allah lain seperti Engkau, yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri, yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia?

Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 103:1-2.3-4.9-10.11-12

Refr. Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.

1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

3. Tidak terus-menerus Ia murka, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

4. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya! Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Bait Pengantar Injil: Lukas 15:18

Refr. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya, "Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa".

Bacaan Injil Lukas 15:1-3.11-32

"Saudaramu telah mati dan kini hidup kembali."

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka. “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya, ‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.’

Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Setelah dihabiskan harta miliknya, timbullah bencana kelaparan di negeri itu, dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi.

Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: ‘Betapa banyak orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa; aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa.’

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayah itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, dan pakaikanlah kepadanya; kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.

Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.’

Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang. Ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruing dan nyanyian tari-tarian.

Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semua itu. Jawab hamba itu, ‘Adikmu telah kembali, dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatkan kembali anak itu dengan selamat’.

Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya, ‘Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa, dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa, tetapi kepadaku belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Tetapi baru saja datang anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa bersama dengan pelacur-pelacur, maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.’

Kata ayahnya kepadanya, ‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali’.”ap Bapa".

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved