Berita Manggarai Timur
Jalan Menuju Dua Desa di Manggarai Timur Rusak Parah, Sekda Matim: Pemerintah Tetap Perhatikan
Meski demikian, kata Yosef, pemerintah tetap memperhatikan kerusakan jalan itu untuk diperbaiki pada tahun anggaran ke depan.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Jalan menuju dua desa yakni Desa Compang Teber dan Desa Golo Rutuk di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur semakin rusak parah.
Terkait dengan kerusakan jalan ini, Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Yosef H Yusuf Urus, ST kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 9 Maret 2023 mengatakan, terkait dengan kerusakan jalan itu belum ada anggaran untuk diperbaiki tahun 2023 ini, karena dana daerah terbatas.
Meski demikian, kata Yosef, pemerintah tetap memperhatikan kerusakan jalan itu untuk diperbaiki pada tahun anggaran ke depan.
Baca juga: Maling Gasak Alat Kesehatan dan Barang di Puskesmas Poned Mukun Manggarai Timur
"Saat ini belum ada anggaran untuk pekerjaan lanjutan di jalan itu, karena kita tahu bersama anggaran dari Pemerintah Daerah sangat terbatas. Tetapi Pemerintah Daerah tetap memperhatikan terkait kerusakan jalan itu untuk diperbaiki ke depan," Ujar Yosef.
Sementara itu, Edy Dahal, salah satu warga kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 8 Maret 2023, mengatakan, kondisi jalan menuju ke dua desa itu kini rusak semakin parah. Badan jalan yang pernah terbuat dari aspal itu kini hampir semuanya terkelupas.
Akibatnya jalan berlubang-lubang, beralaskan tanah dan bebatuan besar serta berlumpur dan licin jika saat musim hujan. Kendaraan yang melintas baik sepeda motor mau pun mobil harus penuh ekstra hati-hati.
Baca juga: Jalan Menuju Dua Desa di Manggarai Timur Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Wakil Rakyat
Kerusakan jalan itu kata Edy, dengan panjang sekitar 6 kilometer lebih.
"Kalau jalan dari pertigaan Majok-Teber kira-kira 3 kiloan meter. Tapi, jika ruas jalan yang rusak lainnya dari jembatan Wae Dingin sampai pertigaan Majok-Teber 2 kiloan meter. Jika diakumulasi secara keseluruhan bisa mencapai 6 kilometer dari Wae Dingin sampai Teber," terang Edy.
Warga lainya, Anton Jamput, juga mengatakan, kondisi kerusakan jalan itu susah lama dan hampir semuanya rusak parah. Namun, karena pada tahun anggaran 2022 lalu sudah diperbaiki sebagian dari pertigaan jalan Negara Trans Flores sampai di jembatan Wae Dingin.
Baca juga: Harga Beras di Manggarai Timur Dijual Rp 14 ribu per Kg, Anggota DPRD Matim Prihatin
Karena itu, Anton juga meminta agar DPRD sebagai wakil rakyat utusan rakyat di Dapil Borong-Ranamese khususnya wakil rakyat dari wilayah Ranamese agar memperhatikan kerusakan jalan itu dengan memperjuangkan kepada Pemerintah Daerah.
Karena menurut Anton jalan itu sangat strategis sebagai penghubung transportasi yang mengangkut masyarakat dan hasil pertanian dan perkebunan seperti padi, kopi, cengkeh dan lain sebagainya dari dua wilayah yakni Desa Compang Teber dan Desa Golo Rutuk.
"Desa Compang Teber ini juga terkenal dengan obyek wisata alam yang menakjubkan, sehingga perlu diperbaiki," Ujarnya.
Masih menurut Anton, jika jalan diperbaiki maka arus transportasi tidak terganggu dan ekonomi masyarakat pun bisa tumbuh dengan baik. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.