KKB Papua
Dedi Prasetyo Ungkap Fakta, Sinyal Jadi Penghalang Utama Pencarian Pilot Susi Air di Lanny Jaya
Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri, mengungkap fakta tentang mengapa sampai sekarang pilot Susi Air belum juga ditemukan aparat keamanan. Begni katanya.
Sementara itu, Representatives Susi Air, Donal Fariz, membeberkan kronologi tentang detik-detik armada penerbangan Susi Air itu dibakar oleh KKB Papua.
"Selasa 7 Februari 2023 pukul 06.35 WIT telah terjadi lost contact pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Paro sekitar pukul 06.17 WIT."
Insiden itu terjadi saat pesawat naas itu terbang melayani rute Timika - Paro - Timika dengan membawa 5 penumpang.
Dalam penerbangan itu, katanya, pesawat tersebut mengangkut barang bawaan dengan total muatan 452 kg," kata Donal melalui keterangan tertulis kepada Tribunnews.com.
Dua jam kemudian, Susi Air mendapati ELT pesawat dalam posisi aktif pukul 09.12 WIT.
Perusahaan kemudian menjalankan kondisi emergency di internal perusahaan dengan mengirimkan pesawat lain mengecek posisi pesawat dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbakar di runway.
Pada akhirnya diketahui bahwa pesawat tersebut dibakar oleh KKB.
Pihak KKB pun sempat menawarkan sistem barter antara Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Marthin dengan senjata dan uang.
Baca juga: KKB Papua - Pilot Susi Air Kini Hilang Kontak, Saya Harap Segera Dibebaskan Tanpa Syarat
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady membenarkan sempat adanya penawaran tersebut dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya.
"Sempat ada penyampaian demikian (barter pilot Susi Air dengan uang dan senjata)," kata Benny saat dihubungi, Jumat 24 Februari 2023
Namun, lanjut Benny, penawaran barter itu ditolak oleh jajaran TNI-Polri karena tidak masuk akal.
"Namun TNI-Polri tidak tanggapi, hal itu tidak masuk akal," ucapnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.COm di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.