KKB Papua

Dedi Prasetyo Ungkap Fakta, Sinyal Jadi Penghalang Utama Pencarian Pilot Susi Air di Lanny Jaya

Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri, mengungkap fakta tentang mengapa sampai sekarang pilot Susi Air belum juga ditemukan aparat keamanan. Begni katanya.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BELUM DITEMUKAN - Hingga saat ini, pilot Susi Air belum ditemukan keberadannya. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedy Prasetyo mengatakan, sulitnya menemukan keberadaan pilot itu, karena sulitnya sinyal telekomunikasi dan beratnya medan di Papua Pegunungan. 

POS-KUPANG.COM - Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri, mengungkap fakta mengapa sampai sekarang pilot Susi Air belum juga ditemukan aparat keamanan.

Salah satu kendala yang menyulitkan aparat dalam melacak keberadaan pilot bernama Philips Mark Merthens, adalah sinyal telekomunikasi yang timbul tenggelam.

Faktor berikutnya, adalah medan yang berat. Kedua aspek ini yang menjadi kendala utama mengendus keberadaan pilot yang hingga kini masih disandera oleh Egianus Kogoya, Panglima KODAP III Nduga.

"Dua kendala utama dalam pencarian pilot Susi Air, adalah sinyal dan medan yang sulit," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedy Prasetyo.

Baca juga: KKB Papua - Egianus Kogoya Bikin Ulah, Kini Bunuh Anak Kecil Putra Kepala Kampung di Lanny Jaya

Dikatakannya, Lanny Jaya, salah satu kabupaten di Pegunungan Papua, sinyal telekomunikasi sangat sulit. Akibatnya, komunikasi praktis tak bisa dibangun secara baik.

"Yang menjadi kendala utama di Lanny Jaya itu adalah sinyal. Sinyalnya susah. Jadi kalau mau berkomunikasi harus cari titik tertentu," ujar Dedi kepada wartawan, Jumat 3 Maret 2023.

KLAIM - Elkius Kobak, pimpinan KKB Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati satu prajurit TNI dan melukai 5 anggota TNI lainnya, saat mereka melakukan penyerangan, Rabu 1 Maret 2023.
KLAIM - Elkius Kobak, pimpinan KKB Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati satu prajurit TNI dan melukai 5 anggota TNI lainnya, saat mereka melakukan penyerangan, Rabu 1 Maret 2023. (POS-KUPANG.COM)

"Untuk mencapai titik tersebut dan bergerak dari satu titik ke titik koordinat yang lainnya, butuh waktu, butuh perjuangan, butuh effort yang tinggi," ujar Dedi Prasetyo.

Meski sulitnya gal itu, tetapi upaya pembebasan Kapten Philip Mark Merthens terus dilakukan dari waktu ke waktu.

Upaya pembebasan itu, katanya, dilakukan dengan cara-cara yang soft, karena yang terpenting adalah keselamatan, terutama pilot yang berkewarganegaraan Selandia Baru itu.

Hingga saat ini, katanya, sudah lebih dari tiga minggu aparat keamanan maupun para pihak yang lain, berupaya melakukan penyelamatan pria berkebangsaan Australia itu.

Akan tetapi, katanya, hingga saat ini upaya itu belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

"Memang sudah tiga minggu lebih, tapi upaya soft approach itu, komunikasi antara Pemda dan KKB itu masih terus dilakukan. Itu yang diutamakan demi aspek kemanusiaan.

Baca juga: Jadi Korban Penyerangan KKB Papua Elkius Kobak, Dandim Yahukimo Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto

Keselamatan pilot, katanya, menjadi hal yang utama dalam menangani kasus penyanderaan oleh Egianus Kogoya Cs tersebut.

Untuk diketahui, pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK BVY, hilang kontak sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Armada penerbangan milik Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu dibakar oleh sekelompok orang yang merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.

Sementara itu, Representatives Susi Air, Donal Fariz, membeberkan kronologi tentang detik-detik armada penerbangan Susi Air itu dibakar oleh KKB Papua.

"Selasa 7 Februari 2023 pukul 06.35 WIT telah terjadi lost contact pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Paro sekitar pukul 06.17 WIT."

Insiden itu terjadi saat pesawat naas itu terbang melayani rute Timika - Paro - Timika dengan membawa 5 penumpang.

Dalam penerbangan itu, katanya, pesawat tersebut mengangkut barang bawaan dengan total muatan 452 kg," kata Donal melalui keterangan tertulis kepada Tribunnews.com.

Dua jam kemudian, Susi Air mendapati ELT pesawat dalam posisi aktif pukul 09.12 WIT.

Perusahaan kemudian menjalankan kondisi emergency di internal perusahaan dengan mengirimkan pesawat lain mengecek posisi pesawat dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbakar di runway.

Pada akhirnya diketahui bahwa pesawat tersebut dibakar oleh KKB. 

Pihak KKB pun sempat menawarkan sistem barter antara Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Marthin dengan senjata dan uang.

Baca juga: KKB Papua - Pilot Susi Air Kini Hilang Kontak, Saya Harap Segera Dibebaskan Tanpa Syarat

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady membenarkan sempat adanya penawaran tersebut dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

"Sempat ada penyampaian demikian (barter pilot Susi Air dengan uang dan senjata)," kata Benny saat dihubungi, Jumat 24 Februari 2023

Namun, lanjut Benny, penawaran barter itu ditolak oleh jajaran TNI-Polri karena tidak masuk akal.

"Namun TNI-Polri tidak tanggapi, hal itu tidak masuk akal," ucapnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.COm di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved