Berita Belu
Pemkab Belu Salurkan Bantuan Bagi 34 KK yang Terdampak Bencana
Menurut Fincensius, bantuan yang diserahkan berupa beras, peralatan masak, ada ember, tikar, selimut, makanan kaleng, tikar serta bantuan lainnya dan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, BELU - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Belu melalui Badan Pengelola Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan logistik untuk 34 kepala keluarga korban bencana alam di Dusun Haulata, Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan.
Bantuan logistik diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Belu, Sabina Mau Taek dan pejabat BPBD Belu kepada 34 KK korban bencana yang diwakili Camat Lamaknen Selatan dan Sekdes Lutharato, pada Rabu 1 Maret 2023.
Kepala BPBD Kabupaten Belu, Vincensius K. Laka, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 2 Maret 2023, mengatakan bahwa bantuan logistik yang telah disalurkan merupakan bantuan yang menjadi kebutuhan utama warga saat ini.
Baca juga: BPBD Belu Catat 39 Kejadian Bencana Sepanjang Bulan Januari Hingga Februari 2023
Menurut Fincensius, bantuan yang diserahkan berupa beras, peralatan masak, ada ember, tikar, selimut, makanan kaleng, tikar serta jenis bantuan lainnya yang dibutuhkan warga.
“Bantuan logistik sudah disalurkan satu hari pasca bencana. Namun, karena kendala akses jalan putus, bantuan diestafet dan kemarin sudah diserahkan ke warga,” jelasnya.
Ia merincikan bahwa bantuan tersebut berupa beras 200 kg, Ikan Sarden 100 kaleng, terpal 10 lembar, Tikar 10 lembar, Dandang 5 buah, Wajan 5 buah, Teko/ceret air 10 buah, Tempat nasi 10 buah, Selimut 35 lembar, Kompor 5 buah, Ember tutup 5 buah, Gayung 10 buah dan Ember 5 buah.
Mantan Kadis PUPR Kabupaten Belu tersebut kembali mengingatkan warga Kabupaten Belu untuk tetap waspada dengan dampak cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Sementara Camat Lamaknen Marius Dominggus Mau Bele ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, menjelaskan bahwa selain bantuan dari BPBD ada juga bantuan dari paroki St.Gerardus Nualain.
Dikatakannya, bantuan dari Paroki St.Gerardus Nualain diserahkan langsung oleh pastor paroki Nualain RD. Oktavianus Taek, Pr dan pastor rekan RD. Kanelius Febrianto Etan, Pr bersama pemuka katolik berupa beras dan mie untuk 34 KK yang terdampak longsor.
Diberitakan sebelumnya, akibat curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan 28 unit rumah warga di Dusun Haulata, Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, NTT mengalami rusak berat akibat longsor, Minggu (26/2/2023).
Baca juga: Pemkab Belu Keluarkan Pernyataan Bencana
Selain rumah warga Fasilitas umum lainnya yang terdampak, antara lain SDI Foholulik dan PAUD Salili di Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan dan SDI Kewar di Dusun Lolobul, Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen.
Terkait bencana yang terjadi tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu telah resmi mengeluarkan Pernyataan Bencana yang melanda wilayah Kabupaten Belu usai menindaklanjuti Rekomendasi Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Alam, Selasa, 28 Februari 2023.
Pernyataan Bencana tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Belu, Nomor : 77/HK/2023 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Belu dan berlaku selama 14 hari mulai dari tanggal 28 Februari-13 Maret 2023. (Cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.