KKB Papua
KKB Papua - Egianus Kogoya Minta Tebusan, Boy Rafli Amar Beri Jawaban Menohok: Itu Tak Masuk Akal
Egianus Kogoya, Panglima KODAM III Nduga, meminta tebusan kepada pemerintah bila hendak membebaskan pilot Susi Air yang kini masih ditahan KKB Papua.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM - Egianus Kogoya, Panglima KODAP III Ndugama, meminta tebusan kepada pemerintah bila hendak membebaskan pilot Susi Air yang kini ditahan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata yang dipimpinnya.
Tebusan yang diminta Egianus Kogoya itu tak main-main. Kalau bukan uang, maka pemerintah diminta untuk memberikan senjata api kepadanya. Tentang uang tebusan itu diungkapkan langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri atas informasi dari tim negosiasi.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa tim negosiasi pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Merthens, telah berkomunikasi dengan Egianus Kogoya, pimpinan KKB Papua di Ndugama.
Dalam komunikasi tersebut, Egianus Kogoya mengajukan dua syarat, yakni kalau bukan uang, maka senjata sebagai syarat utama pembebasan pilot Susi Air.
Baca juga: KKB Papua - Egianus Kogoya Minta Uang dan Senjata Bila TNI Polri Minta Pilot Susi Air Dibebaskan
Merespon permintaan bernada ultimatum itu, Komjen Pol Boy Rafli Amar melontarkan pernyataan menohok. Dia mengatakan, permintaan itu tak masuk akal.
Boy Rafli Amar yang juga Kepala BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ) itu menyebutkan, tindakan Egianus Kogoya menyandra pilot Susir Air, merupakan tindakan terorisme.
Karena itu, katanya, pemerintah tidak usah ragu menindak KKB dengan hukum terorisme. Karena penyanderaan tersebut merupakan tindakan melangggar hukum.
Untuk diketahui, KKB Papua di bawah pimpinan Egianus Kogoya menyandera Philips Mark Merthens pada Selasa 7 Februari 2023.
Sejak itu sampai dengan saat ini, pilot tersebut masih disandera. Bahkan korban masih di bawa ke mana-mana untuk menghindari kejaran TNI Polri.
Sementara untuk membebaskan Philips Mark Merthens, pemerintah melalui tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, membangun komunikasi dengan Egianus Kogoya.
Pemerintah Kabupaten Nduga juga diminta untuk melakukan hal yang sama. Namun dari berbagai upaya yang dilakukan, hingga kini belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.
Pernyataan senada disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri. Dia menyebutkan, kelompok penyandra meminta uang, senjata dan amunisi.
Permintaan senjata api dan amunisi, lanjut dia, sulit dipenuhi karena hal itu hanya akan memperburuh situasi.
Oleh karena itu, lanjut Kapolda Papua, tim negosiasi akan berkomunikas ulang dengan Egianus Kogoya. Melalui negosiasi itu, diharapkan Philips segera dibebaskan.
Dikatakannya, aparat keamanan sejatinya tak bisa membiarkan situasi penyanderaan Philip Mark Merthens itu berlarut-larut. Karena akan menyita perhatian dunia internasional.
Baca juga: KKB Papua - Yudo Margono Bicara Soal Penyanderaan Pilot Susi Air: Pelakunya Itu Kelompok Kecil Saja
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.