Berita Timor Tengah Selatan
Warga Desa Batnun Timor Tengah Selatan Ditemukan Meninggal di Bawah Pohon Kelapa
Setelah itu korban menyuruh istri korban untuk pulang ke rumah terlebih dahulu karena korban ingin pergi ke kebun Boen untuk membakar api
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
POS-KUPANG.COM, SOE - Aleksander Manao (76) warga TTS ditemukan tidak bernyawa di bawah pohon kelapa di kebunnya sendiri di Boen, Rt 019, Rw 008, dusun III, Desa Batnun, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Korban pertama kali ditemukan oleh Jemi Manao pada Minggu, 5 Februari 2023.
Kapolsek Amanuban Selatan Polres TTS, Ipda Markus Tameno, S.H kepada POS-KUPANG.COM, Senin 6 Februari 2023 menyampaikan, kejadian berawal pada Sabtu 4 Februari 2023 sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu korban bersama istri korban Lodiah Tefbana pergi ke kebun Oeneke, Desa Batnun, Kecamatan Amanuban Selatan untuk memotong daun gewang.
Baca juga: Anak Korban Penganiayaan di Timor Tengah Selatan Dapat Pendampingan Psikolog Polda NTT
Setelah itu korban menyuruh istri korban untuk pulang ke rumah terlebih dahulu karena korban ingin pergi membakar api di rumah kebun Boen.
Namun sampai Minggu 5 Februari 2023 korban belum pulang kembali ke rumah.
Pada hari yang sama, tepat pukul 07.00 Wita istri korban pergi ke kebun untuk memotong pisang. Sesampainya di kebun istri korban tidak menemukan korban dan hanya menemukan tas korban.
Istri korban, langsung pulang ke rumah dan memberitahukan kepada keluarga bahwa korban tidak ada di kebun. Selanjutnya keluarga korban secara bersama-sama pergi mencari korban.
Baca juga: Kantor Pertanahan Timor Tengah Selatan Gelar Gemapatas dan Penyerahan Sertifikat Tanah
Dalam pencarian tersebut, Jemi Manao (47) menemukan korban di kebun Boen milik korban tepatnya di bawah pohon kelapa.
Ipda Markus Tameno menjelaskan, dari hasil olah TKP, pemeriksaan interogasi para saksi dan hasil visum luar jenasah yang dilakukan oleh dr. Mersy F. Langko bersama perawat Jeki Mbuik menerangakan jika tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban meninggal diduga akibat hipotermia. Lebam yang berada di mata sebelah kiri diduga akibat tekanan tumpuan berat badan saat mayat ditemukan.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, disampaikan jika pihak keluarga menerima kematian korban serta tidak bersedia kasus tersebut diproses secara hukum dan pihak keluarga bersedia membuat pernyataan penolakan autopsi atau bedah mayat. (Din)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.