Berita NTT

Sekilas Sejarah Perayaan Cap Go Meh Bagi Orang Tionghoa 

Konyan disemaraki oleh lampion (lantern)? Sampai-sampai hari ini diistilahkan pula sebagai "the Lantern festival

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Foto bersama perkumpulan Hakka Nusa Tenggara Timur atau Hakka NTT saat mengadakan arisan rutin sekaligus merayakan Imlek bersama keluarga besar Hakka NTT pada 1 Januari 2023 lalu. 

Sederhananya, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indra Effendy SE pada Sabtu, 4 Februari 2023 Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan imlek.

Semoga di Tahun Kelinci ini kita semua dapat tetap semangat dan terus maju baik dalam kehidupan spiritual dan duniawi karena kedua sisi ini harus seimbang agar dapat menjadi manusia seutuhnya dan juga meninggalkan hal-hal buruk yang terjadi di Tahun yang sudah lewat.

Menurutnya, hingga saat ini, tradisi yang Cap Go Meh yang masih dilakukan adalah berdoa dan makan lontong Cap Go Meh pada hari ke-15.

"Besok ada kegiatan di Vihara karena bertepatan dengan kebaktian atau Puja Bakti rutin kami setiap hari minggu. Untuk acara sembahyangnya nanti ada teman lain yang memimpinnya," ujar Indra.(dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved