Berita NTT

Menteri Kesehatan Timor Leste Dukung Kerjasama UCB dan UNITAL

menjaga diri agar tidak masuk dalam berbagai hal negative yang merusak Kesehatan seperti; pergaulan bebas, miras dan narkoba

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
FOTO BERSAMA - Foto bersama usai tanda tangan kerja sama antara UCB dan UNITAL 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Rektor Universitas Citra Bangsa atau UCB Prof. Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes diundang khusus oleh Universidade Oriental Timor Lorosa’e atau UNITAL untuk melakukan kuliah pakar di kampus tersebut pada, Selasa 24 Januari 2023. 

Moment ini menjadi lengkap karena dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Timor Leste dr. Odete Maria Freitas Belo.

Berdasarkan press rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, dari Dekan Fakultas Kesehatan UCB Kupang, Vinsen Making menjelaskan dalam sambutan Menteri Kesehatan Timor Leste menjelaskan pentingnya menjaga Kesehatan terutama para remaja. 

Baca juga: Tahun 2022, TJSL PLN Peduli Fokus Pada Pendidikan, UMKM dan Lingkungan Hidup di NTT

"Ada banyak tantangan yang dihadapi pada masa sekarang ini. Oleh sebab itu para mahasiswa wajib bisa menjaga diri agar tidak masuk dalam berbagai hal negative yang merusak Kesehatan seperti; pergaulan bebas, miras dan narkoba," Jelas Odete dalam Bahasa Tetun. 

Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Rektor UCB dan rombongan. 

"Kami mengucapkan selamat datang kepada Profesor dan rombongan dan semoga kuliah pakar hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi muda timor leste khususnya di bidang Kesehatan. Intinya kami sangat mendukung Kerjasama dua universitas ini," Tutur Odete. 

Rektor UNITAL Drs. Florindo Pereira. M.Si. Ph.D dalam sambutannya menyatakan akan melakukan banyak hal dalam bidang Kesehatan bersama UCB. 

"Kita sangat berterima kasih atas kehadiran Prof Frans dan Rombongan. Kuliah pakar ini adalah awal yang baik untuk melanjutkan dengan kerja nyata lainnya yang lebih besar lagi," Ujar Florindo.

Baca juga: Kapolda NTT Tindak Tegas Pihak Yang Hambat Pembangunan KEK Golo Mori

Prof. Frans dalam paparannya “Health of young generation, as a strategic of human recourse development in Small Island Development State” mengajak generasi muda untuk bangkit dari berbagai keterpurukan yang ada saat ini.

"Tantangan kita saat ini cukup besar. Data world bank tahun 2021 menyebutkan human capital index negara asean, Timor Leste berada pada posisi 0,45 dan Indonesia berada pada 0,54. Angka ini cukup jauh dari Singapura yang ada di angka 0,88. Oleh sebab itu berbagai cara wajib kita tempuh untuk menaikan posisi dua negara satu daratan ini agar bisa sejajar dengan negara lainnya di Kawasan asean dan dunia tentunya," Jelas Prof. Frans.

Ia menyebutkan ada lima kunci untuk meningkatkan index ini antara lain; pertama; collective awareness, bagaimana semua pihak memiliki satu visi menciptakan generasi emas. 

Kedua, dukungan keluarga; begaimana keluarga sebagai fundasi memberikan dukungan penuh untuk 1000 hari kehidupan. Ketiga kebijakan pemerintah yang wajib memperhatikan kesejatehteraan masyarakat. Ke empat status Kesehatan; bagaimana memperhatikan sektor ini sebagai sentral kekuatan membangun generasi yang unggul dan kelima kualitas Pendidikan. 

"Hal ini harus dilakukan dari sekarang dan ke depan dua universitas ini akan mengimplementasikan semua hal ini," tutup Profesor Kesehatan pertama di Nusa Tenggara dan Bali ini. 

Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan orang terutama para mahasiswa UNITAL. Kegiatan selanjutnya adalah implementasi program profesi Ners kelas kerja sama UCB dan Unital di Dili.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved