Berita Timor Tengah Selatan
Bisnis Kelor, Petani Muda di Timor Tengah Selatan Raih Omset Puluhan Juta
Meybi mengatakan pihaknya memperoleh bahan baku dari 8 petani mitra yang tersebar di TTS, TTU dan Kabupaten Kupang.
Melihat populasi moringa (kelor) yang cukup banyak di wilayah Timor Meybi terinspirasi membuat desa wisata kelor.
Baca juga: Pimcab PKN TTS Gelar Syukuran dengan Empat Poin Penting
"Saya bermimpi ingin mempunyai desa wisata kelor. Desa wisata kelor ini dapat menjadi tempat study sederhana. Pengunjung dapat melihat pengolahan daun kelor dan mengetahui dari dekat manfaat kelor," tutur wanita yang pernah meraih penghargaa Duta Petani Muda tahun 2018 ini.
Pemahamannya terkait keunggulan dan manfaat kelor (moringa) semakin diperkaya saat dirinya mengikuti pelatihan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tepatnya di tempat pelatihan milik Ir. Ai Dudi Krisnadi di Kampung Konservasi Kelor.
"Dari situ saya banyak mendapatkan ilmu bahwa kelor bisa digunakan untuk makanan dan kosmetik," kata alumni SMU Nusa Cendana International Plus School (NCIPS) ini.
Untuk diketahui, Meybi juga melakukan aktivitas sosial untuk membina para petani. la mendirikan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI) yang didukung gubernur. Sekolah itu fokus pada pengembangan kemampuan masyarakat desa tentang budidaya kelor dan menghasilkan daun berkualitas tinggi.
Dirinya berharap dengan adanya pencerahan terkait manfaat kelor dapat dimanfaatkan masyarakat TTS dalam mengentas angka stunting dan juga pemenuhan kebutuhan gizi. (Din)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.