Berita Nasional

Diperiksa, Guru SD yang Tepergok Selingkuh dengan Kades di Magelang Akui Perbuatanya

Muh Tadin menyebutkan bahwa saat diperiksa MFT mengakui perbuatannya dan tidak dapat mengelak.

Editor: Ryan Nong
Ilustrasi
Ilustrasi Guru SD Negeri Desa Bumiayu Magelang inisial MFT yang terpergok bersama Kades Bumiayu saat malam pergantian tahun akhirnya diperiksa pihak Dinas.Saat diperiksa MFT mengakui perbuatannya dan tidak dapat mengelak. 

Diperiksa, Guru SD yang Tepergok Selingkuh dengan Kades di Magelang Akui Perbuatanya

POS-KUPANG.COM, MAGELANG - Guru SD Negeri Desa Bumiayu, Magelang inisial MFT yang terpergok bersama Kades Bumiayu saat malam pergantian tahun akhirnya diperiksa pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Magelang

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Kajoran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Muh Tadin pada Kamis (5/1/2023). Pemeriksaan dihadiri langsung oleh MFT.

Muh Tadin menyebutkan bahwa saat diperiksa MFT mengakui perbuatannya dan tidak dapat mengelak.

"Iya, dia mengakui perbuatannya, tidak bisa mengelak lagi," tandas Muh Tadin kepada wartawan, Jumat.

Setidaknya ada 20 pertanyaan yang diajukan kepada MFT. Seluruhnya dapat dijawab oleh guru berstatus ASN PPPK SD Negeri di Desa Bumiayu itu.

Pemeriksaan dimulai pukul 09.30 WIB sampai selesai sekitar 12.00 WIB.

"Semua pertanyaan dijawab oleh yang bersangkutan. Sebelum itu dia harus bersumpah lebih dulu. Poinnya lebih dari 20 pertanyaan," ucap Muh Tadin.

Baca juga: Istri Kepala Dinas Ini Ikuti Sang Suami Dari Bandara, Makan dan Chek In Di Hotel Bersama Wanita Lain

Muh Tadin menceritakan, cukup sulit untuk mendatangkan MFT. Sejak video penggerebekan dirinya viral, pada Selasa (3/1/2023), MFT menghilang.

Terlebih handphone milik MFT sudah disita oleh Polsek Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Muh Tadin sempat akan meminta bantuan polisi untuk mencarinya.

Namun, beruntung dia berhasil menghubungi adik MFT, yang juga guru di SD Negeri Bumiayu.

"Atas perintah Dinas (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang), saya mencarinya dan mendatangkan yang bersangkutan. Tapi sulit sekali. Lalu lewat adiknya kami bisa meminta tolong agar menghubungi MFT, bagaimana caranya pokoknya yang bersangkutan harus hadir untuk di BAP," papar Muh Tadin.

Menurut adiknya, pascakejadian itu MFT pergi ke Semarang. MFT sendiri mengaku mengindar karena merasa tertekan, takut, dan malu.

"Sejak ketahuan dia tidak mengajar. Dia mengaku takut dan malu. Lalu adiknya sempat mengabsenkan kakaknya. Itu juga pelanggaran menurut undang-undang kepegawaian," tandasnya.

Baca juga: Oknum Guru Selingkuh di Kontarakan, Panik Saat Digerebek , Mengaku ke Istri Cuma Kerokan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved